PENYESALAN YANG TIADA ARTI - Sgabusi Lite
"Mahir Dalam Literasi Bijak Dalam Aksi, Maksimalkan Teknologi untuk Edukasi, Tingkatkan Kualitas Diri, Didik Generasi"

Selasa, 30 April 2024

PENYESALAN YANG TIADA ARTI



KARYA: SYIFA MARSHA ERSASTRA Kelas 7.3

Pagi pun tiba, seorang anak pun bersiap siap ke sekolah. Dia adalah Vinara Fiorella, seorang gadis yang mempunyai senyum manis. Dia memiliki dua sahabat dekat yaitu Audy Glenea dan Crystal Axellyn, mereka sudah berteman semenjak SMP.

SMA tunas bangsa, disini tempat Nara dan sahabat nya ber sekolah "Pagii semuaa" sapa Audy . "Pagi auu" jawab mereka. Mereka bergegas menuju kelas,karena sebentar lagi bel berbunyi. 

Kringg kringg……

 "Selamat pagi anak anak" sapa buk Lyn. "Pagi buk" jawab seluruh siswa. "Hari ini kita kedatangan murid baru" kata buk Lyn. "Silahkan masuk, perkenalkan diri kamu" suruh buk Lyn. Crystal merasa tidak asing dengan murid baru tersebut Ohya dia ingat ternyata dia adalah temen lama Crystal.

 "Halo semua, perkenalkan nama saya Ratu Calantha, biasa dipanggil Ratu, semoga kita dapat berteman baik" ucap Ratu sambil tersenyum. Semua pun mengangguk.Ratu pun disuruh buk Lyn duduk ditempat yang kosong ,sambil dia berjalan ke belakang dia tak lupa menyapa crystal,crystal pun juga membalasnya dengan senang hati,Audy yang heran dengan crystal pun bertanya "Lo kenal" tanya Audy.  Crystal pun mengangguk.

Kringg kring……..

Bel istirahat berbunyi . Sampai disini dulu ya, kita lanjutkan pertemuan selanjutnya, assalamualaikum" pamit buk Lyn. 

 Ratu pun menghampiri mereka "hai,boleh ikut ga" tanya Ratu. "Ee ayo ikut ke kantin bareng" ajak Crystal tanpa bertanya ke Nara dan Audy.  

Hari hari pun berlalu, nampak perubahan dari persahabatan mereka bertiga, terutama Crystal, dia tampak egois dan tidak mau lagi berteman dengan Nara dan Audy. Sampai suatu ketika, Crystal memaki maki Nara dan Audy "kalian apa apan sih ,kalian ngapain ngomong kayak gitu ke ratu," maki Crystal

 "Ya elah gitu doang aja padahal" sarkas Audy. "Kalian kenapa sih, kayak gini,kalian berdua itu berubah" ucap Crystal. Mereka berdua pun tertawa hambar "oh ya kalau menurut Lo kita berubah ya udh" ucap Nara dan langsung menggandeng Audy pergi.

 "Oh ya au,besok datang ke cafe ini, yaa" ucap Nara. "Dan ga usah nanya" sambung Nara kemudian Nara langsung pergi

 "Halo" ucap seorang diseberang telfon. "Halo Ar, adi kan gua udah bilang ke Audy" tanya Nara. "Iya jadi" Sambungan pun diputus.

 Keesokan harinya, Nara pun datang ke cafe itu, Disana dia  menemui kekasihnya Audy Arkan Reinald. Mereka berdua merencanakan merayakan ulang tahun Audy, tetapi Disana ternyata ada Crystal dan Ratu. Mereka ingin membuat Audy salah paham, dengan  sengaja pelayan cafe tersebut mendorong Nara hingga jatuh ke pelukan Arkan, Ratu pun memotret momen tersebut dan mengirimkan kepada Audy. Audy pun melihatnya,dia segera menuju ke cafe tersebut "Bajingan Lo Nar, jahat Lo, Lo nyuruh gue kesini cuma buat liatin ini ke gue doang, ternyata Lo ga sebaik yang gue pikirin, Lo sama aja kayak Crystal, sama sama pengkhianat" sarkas Audy.  

"Au dengerin dulu,ini ga seperti yang kamu liatt" mohon Nara. "Udah Nar, ga ada yang perlu dijelasin" ucap Audy lalu langsung pergi "Arkan kita putus" Ucap Audy lalu pergi.

 "Arkan kenapa Lo ga jelasin semuanya ke Audy" tanya Nara.  

"Buat apa" ucap Arkan, "gue cuma disuruh" sambungnya lalu pergi. "Ini pasti gara gara Crystal sama Ratu" Batin Nara. 

 Nara pun pulang kerumahnya, setibanya dirumahnya, abangnya pun duduk di ruang tamu "ngapain pulang, biasanya Lo keluyuran" kata abangnya.  "Bang Lo benci bngt sama gue yaa" tanya Nara. "Iya kenapa, gara gara Lo bunda meninggal, Lo pembunuh bangsat" ucap abangnya. Sakit, sakit itu yang dirasakan Nara, setiap hari dia menerima perkataan itu dari Abang maupun ayahnya, Nara sejak kecil sudah kesepian karena ditinggal bundanya. Bunda nya meninggal karena ngelahirin dia. Ayah dan abangnya selalu menyalahkan Nara soal perihal ini. Akan tetapi Nara kemudian menemukan rumah barunya yaitu teman temannya, tetapi sekarang rumah itu kembali menghilang, tidak ada lagi rumah Nara, tidak ada lagi tmpt Nara mengeluarkan keluh kesahnya, dunia Nara sungguh tidak adil.

 Nara pun pergi ke kamarnya, dia menangis sejadi jadinya "hey Nar, kenapa nangis" tanya Audy. "Ha,apa" renung Nara. "Kenapa Nar, kenapa nangis" tanya Crystal.  

"Gapapa kok,oh ya kalian berdua janji ya ga akan asing dan saling tinggal tinggalin" ucap Nara. "Ngomong apaan sih Nar, kita berdua nih ga akan ninggalin kamu" ucap Audy.  

Nara pun hanya tersenyum "wishlist kita masih banyak bestiee jadi ayok kita penuhin" ucap Audy. "Oh ya gimana kalau besok pulang sekolah kita ke pantai,itu kan salah satu wishliat kita" ajak Audy. "Bolehhhh" jawab keduanya.  

Keesokan harinya pulang sekolah mereka ke pantai, mereka tampak bahagia, tidak ada rasa sedih Disana melainkan raut yang sangat bahagia.  

Nara pun terbangun dari tidurnya, akibat menangis dia menjadi tertidur "ternyata itu semua hanya mimpi" sedih Nara "pengen kayak dlu lagi" sambung Nara sambil menangis'

 "Bundaa,bundaa tolongin adekk, bund tau gaa adek disini ga bahagia, adek pengen ikut bunda aja, andai waktu bisa diulang adek ga mau lahir ke dunia ini, biar Abang sama ayah ga benci sama adek" tangis haru Nara. 

 Nara merasakan darah mengalir dari hidungnya, ternyata dia mimisan lagi, akhir akhir ini Nara sering mimisan, mungkin penyakit Nara sudah sangat parah, ya dia mempunyai penyakit leukimia yaitu penyakit yang turun menurun, yang turun dari bunda nya. Dia sudah pergi ke dokter, saran dokter Nara harus dirawat, tapi Nara kekeuh tidak mau dirawat.

 Alhasil sekarang Nara pergi ke rumah sakit lagi, "penyakit kamu bertambah parah, ini sudah mencapai stadium akhir, aya tidak tau berama lama lagi kamu dapat bertahan, saran saya kamu dirawat dulu di rumah sakit" khawatir dokter. "Baik dokter" ucap Nara.  

Beberapa hari kemudian Nara bosan,dia ingin pulang, kemudian dia memohon kepada dokter agar diperbolehkan pulang, tetapi dokter tidak mengizinkan, Nara tetap kekeuh ingin pulang ke rumah. akhirnya dokter mengizinkan Nara pulang tapi harus rutin control ke rumah sakit.

Oh ya kalau kalian nanya Nara di rumah sakit sama siapa, Nara di rumah sakit sendirian, tidak ada yang menemani nya bahkan ayah dan abangnya saja tidak tau dia dirumah sakit menelfon nya saja tidak ada, sungguh tidak ada yang peduli kepada Nara, Nara hidup sendiri.

 Kemudian Nara pulang naik taksi. Ditengah perjalanan pulang remnya blong "jangan ngebut ngebut pak" panik Nara. Ketika supirnya ingin mengerem "aduh remnya blong mbak" panik bapak itu. Tiba tiba ada truk, terjadi lah kecelakaan beruntun malam itu, tepatnya pada jam 12 malam Agustus 2023. Korbanpun segera dilarikan ke rumah sakit.

 Kondisi Nara sangat parah, ditambah dengan penyakit nya yang sudah sampai stadium akhir. Pihak rumah sakit mencoba menghubungi keluarga nya tetapi tak ada satupun yang menjawab.

Sampai akhirnya kondisi Nara sudah sangat parah, dengan nafas terbata bata Nara menyerahkan 2 surat kepada suster "sus ss to-tolong ka-kasih su-sur-surat ii-ini ke-keluarga sa-saya"ucap Nara dengan nafas terbata bata.

 Hingga pada akhirnya Nara sudah tidak kuat lagi, dan dia menghembuskan nafas terakhir nya. Tepatnya 1 September 2023 pada jam 01.45 Nara sudah tidak ada lagi, dia pergi dia tidak merasakan sakit lagi. Paginya pihak rumah sakit menghubungi pihak keluarga, kali ini dijawab Abang dan ayah Nara pun menuju ke rumah sakit. Ayah dan abangnya tidak menyangka kehilangan Nara di waktu yang singkat ini, mereka tidak menyangka Nara menyembunyikan semuanya, Meraka menyesal, sangat menyesal karena menyia-nyiakan Nara.  

Di pemakaman kerabat dan sahabat Nara juga datang, mereka tidak menyangka, Nara pergi meninggalkan mereka dia juga menyesal karena menyia nyia kan nara mereka sangat terpuruk,tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi takdir nya sudah bulat tidak bisa di rubah lagi.

 Nara yang selalu menampilkan senyuman ternyata menyimpan banyak luka. 

Penyesalan selalu datang di akhir….

                                  END

 Hargailah orang tersayang mu, pahami dia mungkin saja dia menyimpan banyak luka, angan sampai kehilangan dulu baru menyesal, semua itu hanya sia sia.

Program