Kriteria Penilaian Kompetensi Literasi
Kriteria penilaian ini dibagi menjadi empat tingkatan: Mahir, Cakap, Dasar, dan Perlu Intervensi.
Komponen yang dinilai didasarkan pada tiga aspek literasi, yaitu:
- Konten: Kemampuan memahami isi bacaan.
- Proses Kognitif: Cara berpikir dalam memahami dan menggunakan informasi.
- Konteks: Kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.
Berikut kriteria penilaian kompetensi literasi:
Mahir:
Konten
- Memahami informasi tersurat dan tersirat secara detail dan akurat.
- Mampu mengidentifikasi ide pokok, argumen utama, dan rincian pendukung.
- Mampu menganalisis struktur teks dan hubungan anta ride.
- Menganalisis informasi secara kritis dan reflektif.
- Menyimpulkan informasi secara akurat dan logis.
- Mengevaluasi kredibilitas sumber dan bias penulis.
Konteks
- Mampu menggunakan informasi untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
- Mampu mengkomunikasikan pemahaman secara efektif secara lisan dan tulisan.
- Mampu beradaptasi dengan berbagai jenis teks dan tujuan penulis.
Cakap:
Konten
- Memahami informasi tersurat secara jelas dan sebagian informasi tersirat.
- Mampu mengidentifikasi ide pokok dan sebagian rincian pendukung.
- Memahami struktur teks secara umum.
Proses Kognitif
- Menganalisis informasi secara sederhana.
- Menyimpulkan informasi dengan cukup akurat.
- Mulai mengenali kredibilitas sumber.
Konteks
- Mampu menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah sederhana.
- Mampu mengkomunikasikan pemahaman secara sederhana secara lisan dan tulisan.
- Mampu memahami sebagian besar jenis teks dengan bantuan.
Dasar:
Konten
- Dengan bantuan, mampu memahami sebagian informasi tersurat.
- Kesulitan mengidentifikasi ide pokok dan rincian pendukung.
- Kesulitan memahami struktur teks.
Proses Kognitif
- Mengalami kesulitan dalam menganalisis informasi.
- Menyimpulkan informasi dengan kurang akurat.
- Belum memahami konsep kredibilitas sumber.
Konteks
- Dengan bantuan signifikan, mampu menggunakan informasi untuk tugas-tugas sederhana.
- Kesulitan mengkomunikasikan pemahaman secara lisan dan tulisan.
- Memerlukan banyak bantuan untuk memahami berbagai jenis teks.
Perlu Intervensi
Konten
- Memerlukan bantuan intensif untuk memahami informasi tersurat sekalipun. *
- Tidak mampu mengidentifikasi ide pokok dan rincian pendukung.
- Tidak memahami struktur teks.
Proses Kognitif
- Memerlukan bimbingan intensif untuk menganalisis informasi.
- Tidak bisa menyimpulkan informasi.
- Tidak memiliki pemahaman tentang kredibilitas sumber.
Konteks
- Memerlukan bantuan sangat intensif untuk menggunakan informasi.
- Memerlukan bantuan sangat intensif untuk mengkomunikasikan pemahaman.
- Memerlukan bantuan sangat intensif untuk memahami berbagai jenis teks.
