Pada suatu hari, di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor kancil yang
terkenal dengan kecerdikannya. Kancil selalu berhasil lolos dari bahaya dengan
akal liciknya. Suatu ketika, Kancil sedang berjalan mencari makan di tepi
sungai. Tiba-tiba, dia melihat seekor buaya besar yang sedang berjemur di atas
batu.
Kancil tahu bahwa buaya adalah predator berbahaya, tetapi dia juga tahu
bahwa buaya tidak bisa memanjat pohon. Maka, Kancil pun berpura-pura bersedih
dan berkata kepada buaya, "Wahai Buaya, aku sedang mencari teman untuk
bermain. Aku ingin sekali bermain di atas batu itu, tetapi aku tidak bisa
memanjat. Bisakah kau membantuku?"
Buaya, yang tergoda oleh prospek mendapatkan mangsa yang mudah, dengan
senang hati menawarkan bantuannya. Dia berkata, "Naiklah ke punggungku,
aku akan membawamu ke atas batu."
Kancil pun naik ke punggung buaya dengan hati-hati. Ketika buaya sudah
berada di dekat batu, Kancil pun melompat dengan gesit dan mendarat di atas
batu. Buaya yang marah berusaha untuk naik ke atas batu, tetapi dia tidak bisa.
Kancil pun tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Ha ha ha! Kau pikir
aku bodoh? Aku tidak akan pernah menjadi temanmu! Aku hanya ingin menjebakmu
agar kau tidak bisa memakan hewan lain."
Buaya yang kesal dan malu hanya bisa meraung marah dan kembali ke
sungai. Kancil pun bersyukur atas kecerdikannya yang telah menyelamatkannya
dari bahaya.