Di hutan yang lebat, tinggallah seekor gajah besar bernama Gempa. Gempa adalah gajah yang kuat dan gagah perkasa, tetapi sayangnya, dia memiliki sikap yang sangat sombong.
Setiap hari, Gempa akan berjalan-jalan di hutan sambil memamerkan kekuatannya. Dia suka mengangkat belalainya yang besar dan meniupkan angin dengan kuatnya, membuat semua hewan di sekitarnya terkesan.
Suatu hari, Gempa bertemu dengan Kancil yang cerdik. Kancil itu berkata, "Oh, Gajah Gempa, betapa hebatnya kamu dengan belalai dan kekuatanmu yang besar! Tetapi apakah kamu juga memiliki hati yang besar?"
Gempa tertawa keras. "Tentu saja aku memiliki hati yang besar! Aku adalah gajah terkuat di hutan ini!"
"Ah, tapi hati yang besar bukanlah tentang memamerkan kekuatanmu. Sebaliknya, itu tentang memperlakukan orang lain dengan lembut dan rendah hati," kata Kancil dengan bijak.
Gempa mengabaikan nasihat Kancil itu dan melanjutkan kesombongannya. Dia bahkan lebih memperbesar perilakunya, meremehkan hewan-hewan kecil dan berpikir bahwa dia tidak bisa dikalahkan.
Suatu hari, hujan deras turun ke hutan, menyebabkan sungai meluap dan membanjiri bagian-bagian hutan. Banyak hewan kecil berjuang untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari banjir.
Gempa merasa aman dengan ukurannya yang besar, tetapi dia terjebak dalam lumpur yang licin dan tidak bisa bergerak. Dia berteriak meminta tolong, tetapi tidak ada yang mendengarnya.
Akhirnya, Kancil yang cerdik mendengar jeritan Gempa dan datang menyelamatkannya. Dengan kecepatan dan kecerdikan, Kancil menarik Gempa keluar dari lumpur.
Gempa merasa malu dan bersyukur kepada Kancil. Dia menyadari bahwa kesombongannya hanyalah sebuah kelemahan, dan dia berjanji untuk berubah.
Sejak saat itu, Gempa menjadi lebih rendah hati dan belajar untuk menghargai bantuan dan persahabatan. Dia menjadi gajah yang lebih baik dan dicintai oleh semua hewan di hutan.
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/znB1T8gMwsLyJpE7/?mibextid=oFDknk