Alkisah hiduplah seorang penggembala cilik di sebuah desa yang jauh dari perkotaan. Ayah dan ibunya telah lama meninggal, sehingga ia hidup sebatang kara dengan bekerja pada seorang peternak yang sukses.
Pada suatu hari, penggembala cilik melakukan pekerjaannya seperti biasa. Ia menghitung jumlah domba yang digembalakannya ada 20 ekor. Namun, saat ia akan kembali, domba yang ia bawa hanya ada 19.
Penggembala cilik merasa bingung dan takut karena ia baru pertama kali mengalaminya. Tiba-tiba, seorang penggembala tua menghampirinya seakan tahu bahwa penggembala cilik sedang dalam masalah.
Penggembala tua memberikan saran agar penggembala cilik membawa domba milik penggembala tua yang bentuknya mirip seperti domba yang hilang. Mulanya, penggembala cilik ingin menerimanya, tetapi kemudian ia menolak saran penggembala tua.Penggembala cilik tidak ingin berbohong pada orang yang sudah memberikannya pekerjaan.
Akhirnya, penggembala cilik memberanikan diri untuk pulang dan memberitahukan kejadian yang sebenarnya pada pemilik ternak.
Penggembala cilik menangis tersedu-sedu saat mengatakan bahwa dombanya hilang seekor. Namun, tanpa disangka peternak itu justru memberikan uang pada penggembala cilik.
Ternyata, domba yang hilang telah pulang lebih dulu dan langsung diikat oleh peternak.
Penggembala cilik diberikan hadiah atas kejujurannya dan ia pun merasa lebih tenang karena tidak berbohong dan menuruti saran penggembala tua.
Sumber:https://mamikos.com/info/cerita-dongeng-anak-pljr/
.jpg)