Pada zaman dahulu kala, ada pohon buah khas bernama Sipeu di hutan Mentawai. Seorang warga, Taku, melihat pohon itu berbuah dan membuat tanda lingkaran berharap buah yang jatuh ke dalam lingkaran menjadi miliknya.
Tak lama kemudian, tetangganya yakni Yuta membuat lingkaran yang lebih besar dari lingkaran Taku. Suatu hari, Yuta datang lebih dulu dan menemukan buah Sipeu kecil jatuh di lingkarannya sedangkan buah Sipeu besar di lingkaran orang lain.
Sifat serakah Yuta pun muncul sehingga dia menukar buahnya dengan buah yang lebih besar. Saat Taku datang, dia curiga karena jejak buah di lingkaran miliknya tidak sama dengan ukuran buah yang dipegangnya.
Taku yang penasaran datang lebih dulu pada keesokan harinya. Dia memanjat pohon Sipeu lalu mengambil dua buah yang ukurannya tidak sama. Yang besar ditaruh di lingkarannya, sedangkan buah kecil di lingkaran Yuta.
Yuta datang setelah Taku berhasil sembunyi di balik semak-semak. Dia menukar kembali buah Sipeu di kedua lingkaran itu yang kemudian disaksikan oleh Taku. Taku menjadi tahu bahwa tetangganya berbuat curang.
Selain buah Sipeu, ternyata Yuta juga mencurangi keluarga Taku dalam banyak hal. Demi menghindari pertengkaran, Taku dan keluarganya pindah ke sebuah pulau baru bernama Tuapejat yang sampai kini merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai
https://www.detik.com/sumut/budaya/d-6960281/5-cerita-legenda-singkat-yang-berasal-dari-sumatera-barat