Cara Berpikir Peternak Sapi - Sgabusi Lite
"Mahir Dalam Literasi Bijak Dalam Aksi, Maksimalkan Teknologi untuk Edukasi, Tingkatkan Kualitas Diri, Didik Generasi"

Sabtu, 16 November 2024

Cara Berpikir Peternak Sapi

 

Ketika ada mobil truk bagus melintas di jalanan, maka masing masing kita akan membayangkan tentang truk sesuai dengan kepeduliannya.
Seorang pedagang sapi, kemungkinan besar akan berpikir: bila truk ini digunakan mengangkut sapi, bisa muat berapa ekor ya? Atau kalau mau beli mobil ini harus jual berapa ekor sapi ya?
Seorang petani padi, kemungkinan di pikirannya terbetik: untuk membeli truk ini harus jual berapa ton gabah ya? atau mampu mengangkut berapa ton gabah?
Seorang makelar, mungkin akan berpikir, bila aku bisa mencarikan/penyewa angkutan untuk truk ini, kira kira berapa ya komisinya ? atau kalau saya bisa memakelari penjualan truk berapa komisi yang aku dapat ya?
Atau bisa jadi karena merasa belum berkepentingan, maka anda memilih untuk acuh tak acuh dengan semua hal di atas. Sehingga bila suatu saat membutuhkan kepada hal hal di atas, baru kebingungan mencari informasinya, atau tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk mendapatkan keuntungan darinya.
Lebih parah lagi, sebagian orang meyakini bahwa orang orang yang peduli dengan hal hal di atas dianggap kurang kerjaan atau buang-buang waktu untuk hal hal yang tidak berguna baginya. Bagi kelompok ini, peternak sapi lebih baik fokus ngurusi sapinya daripada memikirkan harga truk. Petani lebih baik fokus ngurusi sawahnya dibanding mikirkan kapasitas truk.
Lebih ekstrim lagi, sebagian orang menjadikan dirinya sebagai acuan bagi orang lain, sehingga mereka berkata: saya saja tidak peduli dengan harga truk dan tidak pernah menghayal untuk membeli truk, kenapa petani dan peternak sapi buang-buang waktu memikirkan harga truk.
Kawan! Orang kerdil sering terjebak pada akal pikiran yang sempit, hanya sesempit urusan dirinya sendiri dan apa yang di depan matanya saja, sedangkan orang besar akan memikiran urusan hari esoknya dan bahkan urusan orang lain.
Sebagai contoh lain, ketika anda melihat duri atau paku di jalan, bisa jadi anda hanya berpikir, yang penting anda selamat tidak tertusuk duri tersebut. Anda lupa bahwa kalaupun anda selamat, bisa jadi orang lain tidak.
Orang yang orientasi hidupnya akhirat, duri di jalan, ia anggap sebagai peluang mencari ampunan Allah Azza wa Jalla.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
بينما رجل يمشي في طريق إذ أبصر بغصن شوك فقال : والله لأرفعن هذا لا يصيب أحدا من المسلمين فرفعه فغفر الله له
Di tengah seorang lelaki berjalan di suatu jalan, ia mendapatkan ranting berduri. Ia berkata: SUngguh aku akan singkirkan duri ini, agar tidak menyakiti satupun dari orang Islam. Atas tindakannya itu Allah mengampuni dosa dosanya. (Ahmad, Abu Ya'la dan lainnya)
Demikian seterusnya, setiap orang akan berpikir dan bersikap sesuai dengan kepeduliannya.
Bagaimana dengan diri anda kawan?
Semoga bermanfaat.

Program