Bab V Menciptakan Puisi
è Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat memahami puisi prismatis,
unsur-unsur puisi, cara membuat puisi, dan cara mendeklamasikannya. Kalian juga
akan mempelajari majas metafora, simile, dan repetisi yang ada dalam puisi.
A.
MENGENAL PUISI
Jam di dinding menunjukkan pukul
sebelas siang Ketika engkau datang dengan kantong belanjaanBermerek toko sepatu
terkenal
Kau meminta maaf karena sudah datang terlambat Katamu kau punya urusan penting yang tidak
bisa ditunda.Aku melihat merek di kantong
belanjaanmu Dan tahu, bahwa
membeli sepatu lebih penting dari pada akuAku duduk di kedai kopi ini sejak
pukul sembilan Sejak semalam berpikir tentang kau dan aku
Aku teman sejak masa kecilmu Kau teman sepermainanku
Dulu kita sering bermain bersama Sepanjang hari
mengerjakan apa saja Tapi sekarang semua berbeda
Kau mulai berubah
Lebih suka membicarakan hal-hal yang dulu tidak pernah ada
Seperti, seberapa mahal harga pakaianmu Seberapa mahal
merek jam tanganmu Seberapa murah harga sandal jepitku
Aku tidak tahu,
Apakah aku masih sahabatmu Tapi yang jelas,
Di kedai kopi ini aku tahu,
Pertemuan kita tidak lebih penting dari sepatumu.
Puisi adalah teks atau karangan yang
mengungkapkan perasaan atau pikiran yang mengutamakan keindahan kata-kata. Teks
puisi dapat mengungkapkan perasaan apa saja, seperti rindu, bahagia, kagum, kecewa, dan lain sebagainya. Puisi salah satu bentuk karya sastra yang puitis,
terdiri atas beberapa unsur
yaitu :
1. Larik adalah setiap
baris atau kalimat
(sajak) di dalam puisi
2. Bait adalah suatu kesatuan puisi yang terdiri
atas beberapa baris
3.
Rima dan irama. Rima adalah pengulangan bunyi yang sama, baik dalam puisi maupun pada bagian akhir,
sedangkan irama adalah bunyi-bunyi yang berulang, teratur, dan variasi
bunyi menimbulkan gerak yang
hidup, seperti air mengalir.
Ananda dapat memahami
apa yang dimaksud
dengan bait, larik, rima,
dan irama, dari keterangan tentang puisi “Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang” berikut.
Aku menunggu
kau berkata-kata Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia
Kau
tahu, Bait
Aku dan kopiku seperti waktu Bersabar menunggu apa pun berlalu
Bagian yang digarisbawahi mengandung rima. Dan kata menunggu merupakan irama,
karena dalam sebuah puisi kata menunggu
ditulis berulang kali.
4.
Pengimajinasian dalam puisi
Pengimajinasian adalah kata atau susuanan
kata yang dapat menimbulkan khayalan. Pengimajinasian terbagi 3 yaitu:
a.
Imajinasi melalui pendengaran adalah pembaca seolah-olah bisa mendengar.
Contohnya: gelakku rayu,bunyi halilintar,berdering.
b.
Imajinasi melalui penglihatan adalah pembaca seolah-olah melihat benda. Contohnya: jarum besi, senja samar.
c.
Imajinasi melalui perabaan adalah pembaca seolah-olah bisa meraba dan
menyentuh benda-benda. Contoh: meneyejukkan badan, sepoi.
5.
Diksi
Diksi adalah pemilihan
kata- kata yang digunakan penyair
dalam puisi atau pemilihan
kata-kata yang padat makna dan mengandung nilai estetika (keindahan). Biasanya
diksi lebih ke kata-kata yang butuh pemahaman lebih dalam.
Contoh : Pukul sebelas
siang kamu datang
Senyum
segan tersampir di wajahmu Kantong belanjaan tertenteng di
tanganmu “Maaf aku terlambat,” ujarmu
Aku menatap
kopiku yang sudah dingin
sejak dua jam lalu “Tak apa,”
jawabku
Aku dan kopiku adalah
karib, kami bersabar
layaknya waktu
Kata tersampir dan tertenteng adalah
sebuah diksi yang digunakan penyair yang mengandung nilai keindahan.
6. Majas atau gaya bahasa
Majas atau gaya bahasa unsur penting pembangun puisi . Kekuatan dan ke
dalaman makna puisi tergantung pada
majas yang digunakan. Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat. Atau
majas juga bisa diartikan kiasan sebagai cara melukiskan sesuatu dengan menyamakan dengan sesuatu lain yang
bersifat sama.
Untuk lebih jelasnya tentang
unsur puisi, mari baca puisi di bawah ini!
Kedai
Kopi Pukul
Sebelas Siang
Karya Maya Lestari Gf.
Pukul sebelas siang kamu datang, Senyum segan tersampir di
wajahmu
Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu “Maaf aku
terlambat,” ujarmu
Aku menatap kopiku yang sudah dingin sejak dua jam lalu“Tak apa,” jawabku
Aku dan kopiku
adalah karib, kami bersabar layaknya
waktu
“Aku ada urusan
penting,” ujarmu
Kau menaruh tas belanjaanmu sangat hati-hati, Seperti
seorang ayah menaruh anaknya di
ayunan Aku tahu isinya sepatu,
Mereknya tercetak di kantong
belanjaanmu Dan kotak sepatunya tersembul malu-malu Aku memandang kopiku
Dua jam aku dan
kopiku menunggu Tak apa,
Aku dan kopiku
adalah karib, kami bersabar layaknya
waktu
Kau bertanya kenapa aku ingin bertemu
Benakku melayang ke masa lalu
Kau dan aku sama-sama bahagia bermain sepanjang waktu Kau
tak pernah bertanya kenapa aku memanggilmu
Aku pun tak pernah bertanya kenapa kau ingin bertemu Saat itu, kau tahu,
Hatiku serupa baling-baling Ikut ke mana pun kau pergi
Tapi kini baling-balingku mungkin sudah rusak Tak bisa
berputar ke arah anginmu berkesiur Anginmu pun mungkin sudah berubah arah Aku tidak mengenali lagi
Kau menunggu aku berbicara Aku menunggu kau berkata-kata
Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia
Kau tahu,
Aku dan kopiku seperti waktu Bersabar menunggu apa pun
berlalu
Unsur-Unsur Puisi
“Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang”
|
Unsur-unsur Puisi |
Contoh dalam Puisi “Kedai Kopi Pukul
sebelas Siang” |
|
Larik |
Pukul sebelas
siang kamu datang |
|
Bait |
Pukul sebelas siang kamu datang, Senyum segan tersampir di wajahmu Kantong belanjaan tertenteng di tanganmu “Maaf
aku terlambat,” ujarmu Aku menatap kopiku yang sudah dingin sejak dua jam lalu“Tak apa,”
jawabku Aku dan kopiku adalah
karib, kami bersabar layaknya waktu |
|
Rima dan Irama |
Rima Kau menunggu aku berbicara Aku
menunggu kau berkata-kata Kopiku menunggu segala
hal yang sia-sia
Kau tahu, Aku dan kopiku seperti waktu
Bersabar menunggu apa pun berlalu Irama Kau menunggu aku berbicara
Aku menunggu kau berkata-kata Kopiku menunggu segala hal yang sia-sia Kau tahu, Aku dan kopiku seperti waktu Bersabar menunggu apa pun
berlalu |
|
Pengimajinasi an dalam Puisi |
1.
Majas pendengaran Kau tak pernah bertanya kenapa aku
memanggilmu (larik ke 21) 2.
Majas penglihatan Aku tahu isinya sepatu, Mereknya tercetak
di kantong belanjaanmu (larik 11) 3. Majas perabaan Tak bisa
berputar ke arah anginmu
berkesiur (larik ke 27) |
|
Diksi |
Tersembul, karib,
berkesiur |
|
Majas atau gaya bahasa |
Kau menunggu aku berbicara Aku menunggu kau berkata-kata Kopiku menunggu segala
hal yangsia-sia |
B. MENDISKUSIKAN MAKNA KATA DALAM LARIK
Saat membaca sebuah puisi, mungkin
ananda akan menemukan
kata atau larik yang kurang
ananda pahami maksudnya. Untuk dapat memahaminya, terkadang ananda harus membaca
larik puisi itu berulang kali atau dibantu dengan mengecek kata dalam kamus.
Cara lain untuk memahaminya adalah dengan mencari tahu kalimat tersebut
merupakan kalimat perbandingan atau bukan.
Contoh :
Malaikat di Dunia Karya Elfi Yasni
Rambut yang dulu hitam kini sudah mulai memutih
à Mulai menua
Badan yang dulunya tegap kini sudah mulai melemah à
Kekuatan yang sudah berkurang
Sedih, haru, bercampur rasa yang dirasakan à Perasaan sedih
Ketika melihat
ayah dan ibuku à Melihat kedua orang tua
Dalam senyummu
kau sembunyikan letihmu à Tetap tersenyum meskipun
lelah
Derita siang dan malam
menimpamu à Siang dan malam memikirkan kehidupan yang layak Tak sedikitpun menghentikan
langkahmu à Tidak pernah putus asa
Untuk bisa memberi secercah
harapan untukku à Untuk bisa memberikan kehidupan yang baik
untuk keluarganya
Seonggok cacian
selalu menghampirimu à Sering menerima cacian
Secercah hinaan tak
menghentikan langkahmu à Tidak putus asa walaupun menerima hinaan Selalu kau teruskan langkah
untuk masa depanku à
Selalu berjuang untuk masa depan keluarga
Mencari harapan baru untuk anakmu à Berjuang demi cita-cita si anak tercapai
Ibu... ayah...
kau laksana malaikatku di dunia à Orang tua adalah segalanya
C. . C.. MENEMUKAN PESAN DALAM PUISI
Puisi pada umumnya mengandung sebuah kisah. Para penyair mencari
inspirasi kisah dari pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Ketika
kisah itu dituliskan, seorang penyair
biasanya memasukkan pikiran-
pikirannya ke dalam puisi. Pikiran itulah yang disebut
dengan pesan dalam puisi.
Terkadang pesan-pesan itu disampaikan melalui sebuah majas. Untuk memahami
maksud dan pesan-pesan seorang penyair
yang ditulis dalam sebuah puisi, terlebih dahulu pembaca harus
menafsirkan majas-majas yang ada dalam puisi tersebut.
Contoh : dari pusi “Malaikat Di Dunia” pesannya adalah kita harus menghargai perjuangan orang tua.
D. MEMBANDINGKAN PUISI DIAFAN
DAN PUISI PRISMATIS
|
Puisi Diafan |
Puisi Prismatis |
|
Diafan berarti jernih atau bening. Jadi, puisi diafan berarti
puisi yang isinya mudah dipahami. Puisi diafan sering disebut
puisi polos. |
Prismatis mempunyai maknacukup sulit dipahami. |
|
Kalimat-kalimatnya jelas dan umumnya merupakan kalimat yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. |
Kalimat-kalimatnya mengandungmajas
dan perlu ditafsirkan agar dapat dipahami pesan-pesan yangada di dalamnya. |
|
Contohnya puisi
“Pada SebuahKedai Kopi” |
Contohnya puisi “Kedai Kopi Pukul Sebelas Siang” |
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD 3)
Centanglah apabaila menurut ananda potongan puisi
ersebut diafan atau
prismatis!
|
Bait Puisi |
Diafan |
Prismatis |
|
Sahabatku
bernama Farid Orangnya jenaka Suka melontarkan lelucon sepanjang waktu |
|
|
|
Aku
membeli topi Pedagangnya sudah tua Setiap hari membawa berlusin-lusin topi dikeranjang |
|
|
|
Setelah 10 tahun, aku melihatnya lagi Tubuhnya
seperti daun yang dimakan ulatKeropos oleh sakit Kopong oleh waktu |
|
|
|
Ketika dia tersenyum Aku
bisa melihat warna-warni dunia, segala irama, juga tawa Berhamburan di
sekitarnya |
|
|
|
Sebelum tidur aku berdoa Semoga dalam mimpi Kita bisa bersua |
|
|
|
Hidupku berjalan seperti siputaku ingin berlari Tapi yang kumampu hanya merangkak |
|
|
|
Aku memiliki kelinci, Hadiah ulang
tahun dari ayahku Kupasang pita
di lehernya Sebagai
tanda ia milikku |
|
|
|
Kau bertanya tentang hidupku,
Tahukah kau, Hidupku seburam kaca jendela mobilmu Pada suatu
malam berhujan, dan
tak ada apa pun
yang bisa kau lihat dari baliknya, Selain kerlap suram cahaya
lampu toko. |
|
|
E. MEMBANDINGKAN MAJAS METAFORA, SIMILE, DAN REOETISI DALAM
PUISI
Majas diartikan sebagai kiasan atau cara melukiskan sesuatu dengan
menyamakan dengan sesuatu yang lain yang bersifat sama. Majas menciptakan efek
estetika dalam puisi. Terdapat banyak jenis majas, tetapi pada bagian ini
kalian hanya akan mempelajari tiga majas, yaitu metafora, simile, dan repetisi.
1.
Metafora
Metafora diartikan sebagai pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti sebenarnya, melainkan
sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Majas
metafora menggunakan kata-kata yang bukan
arti sebenarnya atau arti kiasan. Majas ini biasa digunakan untuk menunjukkan perbandingan yang tersirat atau tidak langsung antara suatu
benda dan benda atau antara orang dan benda.
Contoh:
tulang punggung > penopang
buah hati > anak
cendera mata > oleh-oleh
bunga desa > gadis
cantik di desa sampah masyarakat > orang
yang tidak berguna
Selain
contoh-contoh tersebut, metafora dalam pengertian yang lebih luas juga menggunakan kata-kata kiasan yang
berkaitan dengan alam, seperti matahari, bulan, bintang, pelangi, hujan,
benda-benda, dan keadaanlain yang mengandung estetika sebagai kiasan dalam
puisi.
2.
Simile
Menurut Keraf (2007: 138), simile diartikan sebagai perbandingan yang
bersifat eksplisit. Hal yang dimaksud
dengan perbandingan yang bersifat
eksplisit ialah perbandingan yang langsung (terus terang dan gamblang)
menyatakan sesuatu sama dengan hal lainnya dengan menggunakan kata-kata
pembanding: seperti,sama, sebagai,
bagaikan, bak, laksana, dan umpama.
Contoh:
Bibirnya seperti delima merekah
Matanya seperti bintang timur Seperti menating minyak penuh Bagai air di daun
talas
Laksana bulan empat belas
3.
Repetisi
Masih dalam Keraf (2007: 127), repetisi diartikan sebagai majas berupa
perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan
pada kata-kata yang dianggap penting.
Contoh : (Penggalan
bait puisi “Padamu Jua” karya Amir Hamzah)
Satu kekasihku
Aku manusia Rindu rasa Rindu rupa
F.
MENCIPTAKAN PUISI
Langkah-langkah membuat puisi sebagai berikut!
1. Menciptakan Puisi dengan Metode Lima Langkah
Lima langkah menciptakan puisi adalah sebagai berikut.
a. Temukan satu hal yang paling mengesankan. Contoh:
Kalian pernah ke sebuah desa dan kalian sangat
terkesan dengan desa tersebut.
b. Ingat-ingat hal yang membuat kalian
terkesan. Contoh:
Kalian terkesan
dengan kolam-kolam ikan di halaman
rumah penduduk, hamparan sawah, bebek-bebek yang digiring di tengahsawah,
dan suara lenguhan sapi.
c. Ingat perasaan kalian saat itu. Contoh:
Saat itu kalian merasa takjub, gembira,
dan nyaman. Tuliskan
danungkapkan perasaan kalian
tersebut dalam puisi.
d. Gunakanlah majas untuk mengungkapkan kesan
kalian tersebut. Contoh:
Petak-petak sawah
terhampar seperti
permadani alam.Bulir-bulir padi menguning seperti
biji-biji emas mulia.
e. Gunakan kata-kata yang berkaitan dengan pancaindra, misalnyapenglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa,
supayapembaca bisa ikut membayangkan peristiwa yang kalian alami.
Contoh:
1)
Sebelum matahari
terbit, ayam berkokok
menyambut pagi
2)
Fajar menyingsing dan burung-burung berkicau.
3)
Pagi yang cerah, bunga mekar dan harum semerbak memenuhitaman
Penjelasan:
1)
Kata ayam berkokok
dan burung berkicau menggunakan indrapendengaran.
2)
Kata fajar menyingsing dan pagi yang cerah
menggunakan indrapenglihatan.
3)
Kata harum semerbak menggunakan indra penciuman.
2. Menciptakan Puisi dengan Inspirasi Tiga Kata
Bagi sebagian orang, memulai menulis puisi merupakan hal yang sulit.
Kesulitan itu biasanya disebabkan oleh dua hal, yaitu :
a.
tidak punya ide dan
b.
punya ide, tetapi tidak tahu cara menuliskannya.
Ananda dapat
memecahkan masalah tersebut melalui inspirasi tiga kata. Caranya adalah
tentukan tiga buah kata, lalu buatlah kalimat-kalimat yang menghubungkan kata-kata
tersebut. Supaya lebih jelas, perhatikan contoh berikut ini.
a. Contoh a
Tiga kata: hujan, ranting, dan awan
Kalimat puisi yang dibuat dari tiga kata ini adalah sebagai berikut.
Daun-daun jatuh, ranting-ranting patah, rumput dan tanah basahAwan di langit masih
kelabu, matahari masih sembunyi
Hatiku pun masih berawan
Seusai mendengar kabar duka
darimu tadi malam
Kata-kata yang digarisbawahi merupakan
kata-kata yang sudah ditentukan
melalui inspirasi tiga kata sebelumnya. Adapun kata-kata dan larik lainnya adalah tambahan
yang dibuat untuk melengkapi puisi tersebut.
b. Contoh b
Tiga kata: kelinci,
rumput, dan manja
Larik puisi
yang dibuat dari tiga kata ini adalah sebagai berikut.Aku mendapat seekor kelinci
sebagai hadiah ulang tahunku Namanya Boni, kesukaannya makan rumput di halaman
Dia suka sekali
bermain di antara bunga-bunga
Bila aku datang menghampirinya, ia akan berlari kepadaku danbergelung manja di
pangkuanku
c. Contoh c
Tiga kata: teh, ibu, dan kursi
Larik-larik puisi yang dibuat dari tiga kata ini adalah sebagai berikut.
Ibu suka minum teh setiap pagi
Ia akan duduk di
kursi kesayangannya
Yang diletakkan di teras belakang, tepat di
depan jendela kamarkuIbu suka membaca
buku sambil meminum tehnya
Aku suka memandang ibuku
saat ia diam-diam
tersenyum membaca cerita-cerita favoritnya
Sekarang cobalah ananda pikirkan tiga kata, lalu berlatihlah
membuat larik-larik puisi dari ketiga kata tersebut,
minimal 8 larik atau
dua bait!
G.
MENDEKLAMASIKAN PUISI
Para penyair bukan hanya membuat puisi, mereka juga mendeklamasikan atau
membacakan syair-syairnya. Para pembaca puisi biasanya akan merenungkan
terlebih dahulu puisi yang akan
dibacakan. Setelah itu, mereka akan menentukan gestur dan intonasi
yang paling cocok untuk digunakan. Gaya pembacaan puisi yang
demikian disebut deklamasi. Deklamasi adalah penyajian sajak disertai dengan
lagu dan gaya. Deklamasi bukan hanya membacakan biasa. Untuk menciptakan nuansa
keindahan dalam pembacaan puisi, diperlukan teknik, gaya, dan intonasi suara
yang baik. Cara membacakan puisi dengan mendeklamasikan ini sering dijadikan
ajang perlombaan yang dinamakanlomba mendeklamasikan puisi.
Sebuah puisi juga mengandung pesan tertentu. Saat seseorang
membacakan sebuah puisi, ia harus membacakan sebuah puisi dengan suatu
cara yang membuat pendengar tersentuh dan mengerti pesan yang hendak disampaikan
dalam puisi. Puisi sedih tidak mungkin dibacakan dengan nada riang gembira.
Sebaliknya, puisi gembira
tidak mungkin dibacakan
dengan nada sedih. Pembacaan puisi harus disesuaikan denganpesan yang
terkandung dalam puisi.
Langkah-Langkah Mendeklamasikan Puisi
|
Langkah-Langkah Mendeklamasikan Puisi |
Maksud |
|
Terlebih dahulu, bacalah puisi secara berulang-ulang. |
1. Untuk memahami suasana yang ada dalam sebuah puisi
tersebut, seorang pembaca puisi harus tahu jiwa puisi tersebut: mengandung
kesedihan, kegembiraan, semangat perjuangan, atau hal lainnya. Nada suara
harus disesuaikan dengan suasana puisi. 2. Untuk memahami pesan yang ada dalam puisi,
seorang pembaca puisi yang mengetahui pesan dalam
puisinya bisa membacakan puisi dengan gerak dan nada suara yang cocok dengan
puisi itu. |
|
Tandailah kata-kata sulit dan ucapkanlah kata-kata
tersebut berulang kali. |
Cara ini bertujuan untuk lebih lancar mengucapkan
kata-kata sulit saat deklamasi. |
|
Tandailah kalimat yang mengandung repetisi atau pengulangan. |
Cara ini bertujuan untuk dapat memberi penekanan suara
saat mengucapkan kata-kata yang mengandung repetisi. Penyair membuatrepetisi untuk menegaskan sesuatu. Nyatakan itu dalam nada suara kalian. |
Hal yang harus diperhatikan dalam mendeklamasikan atau membacakan puisi yaitu :
1. Ekspresi, adalah
mimik wajah dan gerak tubuh.
2. Lafal, adalah pengucapan seseorang
pada huruf ataupun
kata harus jelas.
3. Tekanan, adalah kuat lemahnya cara
pengucapan kata atau kalimat.
4. Intonasi, adalah naik turunnya
lagu kalimat.
Setelah memahami materi ini silahkan
ananda mendeklamasikan puisi yang telah ananda buat
pada pertemuan sebelumnya!
