CINTA UNTUKMU AYAH DAN IBU
Angin dingin berhembus dari desa
Kabut putih masih bertengger di atas
atap rumah yang sunyi.Ketika engkau
menyulam luka hatiku.Saat terakhir aku mengunjungimu, kala itu
Ayah dan Ibu Kasihmu hidup sepanjang
masa.Di pangkuanmu tempat aku bercurah
segala keluh kesah.Saat dunia mengalahkanku
Hanya doa-doa engkau berdua yang dapat menangkalanya
Ayah.Setelah kepergianmu menghadap
Sang Khaliq.Seolah duniaku pun ikut pergi bersamamu Tiada lagi yang menjadi teladanku
Dari kekuatan Cintamu.Yang telah mengajarkan akan diriku ini.Bagaimana cara menakkukkan
dunia Terkadang aku iri dengan kekuatan yang engkau punya
Ibu.Kini hanya engkau yang aku punya
Dari tutur bahasamu yang lembut itu
Selalu dapat menjahit luka-luka hati ini
Aku adalah harta yang engkau punya di
didalam dunia ini.Dari sekian harta lain
yang Allah titipkan padamu
Sungguh aku sangat mencintaimu
Dalam doa-doa sunyimu.Sebuah pinta
yang selalu engkau pinta.Dengan bahasa
yang santun dan lemah kembut.Engkau selalu merayu Tuhan, Sang Pemilik Segala Kehidupan
Agar anak-anakmu selalu tetap terjaga dari
segala hal yang tidak berkenan
Dengan segala batas kemampuanmu
Engkau telah memberi segala yang terbaik
untuk kami semua, anak-anakmu.Juga Cinta
dan kasih sayang.Yang tiada dapat terhitung
jumlah angka dan bilangannya
Di antara hawa udara yang begitu hening
Ungkapan kata-kata petuahmu selalu aku
jaga dan terpelihara.Bagiku, nasehat engkau
berdua Bagaikan tongkat penuntun jalan
kehidupan, di atas dunia ini.Hingga terbuka jalan-jalan menuju akheratNya kelak
Terimakasihku yang tak terhingga
Untuk engkau berdua.Tempatmu, selalu
tersimpan di dalam jiwaku ini
Tiada yang dapat menggantikannya
Walaupun dunia hancur lebur
Setelah aku menyelesaikan menulis
Puisi cintaku ini, untukmu Ibu dan Ayah.
Semoga Allah Azza Wajalla
Selalu melimpahkan KasihNya yang tak
terhingga.Untuk engkau berdua
Untukmu Ibu dan Ayah tercinta.
#BayuSamudra 12 Desember 2024 ❤
