Hipoo Si Bandel
Di sebuah sungai yang jernih, hiduplah seekor anak kuda nil bernama Hipoo. Ia gemar sekali berenang dan bermain air sepanjang hari. Tingkah lucunya sering membuat hewan-hewan lain tertawa, tapi Hipoo juga dikenal bandel. Ia sering membantah nasihat orang tuanya, Kwa Kwak dan Hubabe Huba.
Suatu pagi, ibu Hipoo, Kwa Kwak, memanggilnya.
"Hipoo, jangan lupa bantu ibu membersihkan lumpur di depan rumah ya. Lalu jangan berenang terlalu jauh, sungai ini banyak arusnya!" nasihat Kwa Kwak dengan suara lembut.
Namun, Hipoo malah melompat ke air dengan riang. "Nanti saja, Bu! Hipoo mau berenang dulu!" katanya sambil tertawa.
Melihat itu, Hubabe Huba mendekat. "Hipoo, ayah sudah bilang, patuhi nasihat ibu. Kalau kamu terus membantah, suatu hari kamu akan mendapat masalah, di sungai ini ada kakek buaya yang suka menculik anak bandel" kata ayahnya dengan suara berat namun penuh perhatian.
"Tapi berenang lebih seru, Yah! Lagipula, apa sih yang bisa terjadi di sungai ini? Hipoo kan hebat berenang!" jawab Hipoo sombong.
Tanpa memedulikan nasihat orang tuanya, Hipoo berenang lebih jauh dari biasanya. Di sana, ia melihat rumpun bunga teratai yang sangat indah. Hipoo terpesona dan melompat-lompat di dekat bunga itu, tak sadar bahwa lumpur di sekitarnya sangat dalam.
"Aduh! Kaki Hipoo tersangkut!" Hipoo panik saat ia mencoba melepaskan diri dari lumpur lengket. Ia berteriak-teriak minta tolong.
Kwa Kwak dan Hubabe Huba, yang mendengar teriakan Hipoo, segera berenang menghampiri. "Apa yang ayah dan ibu katakan tadi? Ini akibatnya kalau kamu membantah!" seru Hubabe Huba sambil membantu menarik tubuh Hipoo dari lumpur.
Kwa Kwak menatap Hipoo dengan khawatir. "Hipoo, apa kamu tahu betapa cemasnya ibu tadi? Kalau kamu terus seperti ini, ibu dan ayah akan sangat sedih."
Hipoo menunduk, merasa bersalah. "Maaf, Bu. Maaf, Yah. Hipoo janji tidak akan membantah lagi. Hipoo juga akan rajin membantu ibu di rumah."
Setelah kejadian itu, Hipoo berubah. Ia membantu Kwa Kwak membersihkan lumpur, menjaga kebersihan dirinya, dan mendengarkan nasihat ayah dan ibunya. Teman-teman di sungai pun heran melihat perubahan Hipoo.
"Kenapa sekarang kamu rajin dan tidak bandel lagi, Hipoo?" tanya seekor burung bangau penasaran.
Hipoo tersenyum malu. "Karena aku belajar bahwa membantah itu hanya akan membuatku mendapat masalah. Lebih baik dengarkan nasihat orang tua, mereka tahu yang terbaik."
Sejak saat itu, Hipoo menjadi anak kuda nil yang lebih baik, tetap lucu, tetapi tidak lagi membantah nasihat. Sungai pun menjadi tempat yang lebih damai karena teladan baik dari Hipoo.
Pesan Moral :
Jangan suka membantah nasihat orang tua, rajin membantu, dan selalu menjaga kebersihan!