IPS Kelas 9 Materi 1 | Manusia dan Perubahan - Sgabusi Lite
"Mahir Dalam Literasi Bijak Dalam Aksi, Maksimalkan Teknologi untuk Edukasi, Tingkatkan Kualitas Diri, Didik Generasi"

Rabu, 29 Januari 2025

IPS Kelas 9 Materi 1 | Manusia dan Perubahan

TEMA 1: MANUSIA DAN PERUBAHAN

Perubahan Sosial

Perubahan social adalah Perubahan yang terjadi pada berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Perubahan social dpat dilihat sebagai perubahan dalam penampilan, pola perilaku, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, nilai-nilai sosial, dan lain sebagainya.

Menurut Selo Soemardjan, seorang ilmuwan di bidang Sosiologi, perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi system sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Bentuk-bentuk perubahan Sosial Budaya

1.   Perubahan dilihat dari waktunya

a.  Evolusi

Evolusi merupakan perubahan sosial yang memerlukanwaktu lama dan diikuti oleh rentetan perubahan kecil yang terjadi secara lambat.

Perkembangan tubuh manusia, peroses Indonesia memperoleh kemerdekaan dan lainnya.

b.  Revolusi

Revolusi adalah perubahan sosal yang berlangsung dalam waktu yang cepat dan hal-hal mendasar dalam masyarakat ikut mengalami perubahan. Contoh: Revolusi industry di Perancis


2.  Perubahan dilihat dari pengaruhnya (cakupannya)

a.  Perubahan kecil

Perubahan yang pengaruhnya kecil artinya perubahan tersebut hanya dianut oleh sebagian kecil orang yang menyukainya saja sehingga perubahan ini tidak membawa pengaruh berarti bagi sebagian besar masyarakat. Contoh Perubahan mode fashion

b.  Perubahan besar

Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang  membawa perubahan dalam sendi-sendi kehidupan dalam suatu masyarakat. Contoh industrialisasi. System hubungan kerja, system kepemilikan tanah dan lainnya.


3.  Perubahan dilihat dari ada/tidaknya rencana

a.  Perubahan yang direncanakan

Perubahan yang direncanakan atau planned change merupakan perubahan yang memang diinginkan dan dikehendaki oleh masyarakat atau pihak yang menginginkan perubahan pelakunya disebut agent of change.. contoh pembangunan yang dilakukan pemerintah.

b.  Perubahan yang tidak direncanakan

Perubahan sosial budaya yang tidak direncanakan adalah perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat. Contoh bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir dan sebagainya akan membawa perubahan bagi masyarakat yang mengalaminya.


4. Perubahan dilihat dari arah perkembangannya

a.  Perubahan Progress

Adalah perubahan yang menuju ke arah kemajuan. Oleh karenanya perubahanini kerap membawa keuntungan bagi kehidupan masyarakat. Contoh perubahan progress adalah berubahnya pola pikir dan kesadaran masyarakat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

b. Perubahan Regress

adalah perubahan yang menuju ke arah kemunduran. Oleh karenanya perubahan ini kerap membawa kerugian bagi kehidupan masyarakat. Perubahan regress, contohnya adalah berubahnya kesadaran dan sikap masyarakat terhadap alam seiring dengan perkembangan zaman.

Penyebab Perubahan Sosial

Perubahan sosial dapat dipicu oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut beberapa contoh kasusnya:

1. Faktor Internal

  • Pertumbuhan Penduduk: Peningkatan jumlah penduduk dapat memicu perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti kebutuhan akan pangan, perumahan, dan pekerjaan, yang pada gilirannya mendorong perubahan sosial.
  • Perubahan Nilai dan Norma: Perubahan nilai dan norma dalam masyarakat dapat memicu perubahan perilaku dan interaksi sosial. Contohnya, perubahan sikap terhadap peran perempuan dalam masyarakat dapat mengubah struktur keluarga dan dinamika sosial.
  • Konflik Sosial: Konflik antar kelompok atau individu dapat memicu perubahan sosial yang signifikan. Contohnya, perang saudara atau revolusi dapat mengubah tatanan politik dan sosial suatu negara.
  • Inovasi Teknologi: Penemuan teknologi baru dapat mengubah cara hidup masyarakat dan memicu perubahan sosial yang cepat. Contohnya, munculnya internet telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, dan berinteraksi.

2. Faktor Eksternal

  • Perubahan Lingkungan Fisik: Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, atau perubahan iklim dapat memaksa masyarakat untuk melakukan adaptasi dan perubahan dalam cara hidup mereka.
  • Kontak dengan Budaya Lain: Interaksi dengan budaya lain dapat memperkenalkan ide-ide baru dan memicu perubahan dalam nilai, norma, dan perilaku masyarakat. Contohnya, globalisasi telah mempermudah penyebaran budaya pop dan gaya hidup Barat ke berbagai belahan dunia.
  • Perubahan Politik: Perubahan rezim politik atau kebijakan pemerintah dapat memicu perubahan sosial yang signifikan. Contohnya, reformasi politik dapat mengubah struktur kekuasaan dan membuka peluang bagi partisipasi masyarakat.

Contoh Kasus Nyata


  • Revolusi Industri: Penemuan mesin uap dan mekanisasi produksi memicu perubahan besar-besaran dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Urbanisasi, pertumbuhan kelas pekerja, dan perubahan struktur keluarga adalah beberapa contoh dampaknya.
  • Gerakan Hak Sipil: Perjuangan untuk kesetaraan ras di Amerika Serikat memicu perubahan dalam undang-undang dan sikap masyarakat terhadap diskriminasi.
  • Pandemi COVID-19: Pandemi ini telah memicu perubahan drastis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi sosial.

Biasanya, perubahan dari desa pertanian menjadi kawasan pabrik dipicu oleh beberapa faktor:

  • Industrialisasi: Pembangunan pabrik skala besar di wilayah tersebut menarik investasi dan tenaga kerja.
  • Kebijakan Pemerintah: Pemerintah mungkin memberikan insentif atau mengubah tata ruang wilayah untuk mendorong industrialisasi.
  • Permintaan Pasar: Meningkatnya permintaan pasar terhadap produk tertentu mendorong pembangunan pabrik baru. 

Dampak Perubahan Sosial

Dampak Positif:

  • Terbentuknya pola pikir yang semakin maju dan terbuk
  • Pertumbuhan Ekonomi: Pembangunan pabrik dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kesempatan kerja baru.
  • Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan pabrik seringkali disertai dengan perbaikan infrastruktur seperti jalan, listrik, dan air bersih.
  • Modernisasi: Masyarakat desa dapat terpapar dengan teknologi dan gaya hidup modern.
  • Pengakuan terhadap hak azazi semakin meningkat

Dampak Negatif:

  • Kerusakan Lingkungan: Proses produksi di pabrik dapat menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.
  • Perubahan Sosial Budaya: Nilai-nilai tradisional masyarakat desa dapat terkikis akibat pengaruh gaya hidup urban dan budaya konsumerisme.
  • Ketimpangan Sosial: Tidak semua masyarakat desa dapat menikmati keuntungan dari industrialisasi. Ketimpangan pendapatan dan kesempatan kerja dapat meningkat.
  • Konflik Sosial: Persaingan lahan, sumber daya alam, dan pekerjaan dapat memicu konflik antara masyarakat desa dengan pihak pengusaha.

Analisis Lebih Lanjut

Untuk menganalisis kasus desa A secara lebih mendalam, kita perlu mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

  • Jenis Pabrik: Jenis pabrik yang dibangun akan sangat mempengaruhi dampaknya terhadap masyarakat. Pabrik yang ramah lingkungan dan memberikan pelatihan kepada tenaga kerja akan memberikan dampak yang lebih positif.
  • Partisipasi Masyarakat: Seberapa besar masyarakat desa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan pabrik? Partisipasi masyarakat yang aktif dapat mengurangi konflik dan meningkatkan keberlanjutan pembangunan.
  • Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah terkait lingkungan, ketenagakerjaan, dan pembangunan berkelanjutan sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif dari industrialisasi.
  • Kapasitas Adaptasi Masyarakat: Kemampuan masyarakat desa untuk beradaptasi dengan perubahan sangat menentukan keberhasilan proses transisi.

Modernisasi

Modernisasi adalah proses perubahan masyarakat dari keadaan tradisional menuju keadaan yang lebih maju atau modern. Proses ini melibatkan transformasi total dalam berbagai aspek kehidupan, seperti teknologi, organisasi sosial, ekonomi, dan politik.

Intinya, modernisasi adalah sebuah perjalanan dari cara-cara lama menuju cara-cara baru yang lebih efisien dan efektif.

Ciri-Ciri Modernisasi

a.   Pola pikir

1)  Rasionalitas:

·       Pengambilan keputusan berdasarkan data, fakta, dan logika.

·       Penekanan pada efisiensi dan produktivitas.

2)  Individualisme:

·       Peningkatan kesadaran akan hak individu dan kebebasan pribadi.

·      Melemahnya ikatan sosial tradisional

3)  Sekularisme:

·     Pemisahan agama dari urusan negara dan kehidupan publik.

·     Peningkatan peran ilmu pengetahuan.

b.  Corak kehidupan sehari-sehari

1)  Perkembangan Teknologi:

o  Penggunaan teknologi canggih dalam berbagai bidang, seperti industri, komunikasi, dan transportasi.

o   Otomatisasi dan mekanisasi dalam proses produksi.

2)  Industrialisasi:

o  Pergeseran dari sektor pertanian ke sektor industri sebagai sumber utama perekonomian.

o   Pertumbuhan pusat-pusat industri dan perkotaan.

3)  Urbanisasi:

o Peningkatan jumlah penduduk kota dan urbanisasi.

o Perubahan gaya hidup dari rural menjadi urban..

4)  Mobilitas Sosial:

o Kemudahan dalam berpindah dari satu strata sosial ke strata sosial lainnya.

o   Kesempatan yang lebih luas untuk maju.

5)  Konsumerisme:

o   Meningkatnya pola konsumsi masyarakat.

o   Munculnya berbagai produk baru dan gaya hidup konsumtif.

Contoh Modernisasi di Indonesia

  • Mode pakaian, cendrung lebih luas dari tahun-tahun sebelumya karena sudah mengikuti tren berpakaian dunia.
  • Perkembangan teknologi informasi: Penggunaan internet, smartphone, dan media sosial yang masif.
  • Industrialisasi dan biadang pekerjaan: Pertumbuhan industri manufaktur dan jasa. Sementara jenis pekerjaan lebih beragam.
  • Urbanisasi: Peningkatan jumlah penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
  • Perubahan gaya hidup: Perubahan pola makan, pakaian, dan hiburan. Contohnya westernisasi (pola hidup meniru budaya barat.
  • Kualitas Pendidikan: Meningkatnya angka partisipasi pendidikan dan kualitas pendidikan.

Globalisasi

Pengertian:

Globalisasi terdiri dari 2 kata, yaitu “global” yang berarti “meliputi seluruh dunia” dan “isasi” yang berarti “proses”. Dapat disimpulkan jika sederhananya globalisasi adalah proses penglobalan atau sebuah proses yang berlangsung meliputi seluruh dunia.Proses integrasi ekonomi, sosial, dan budaya antar negara di seluruh dunia.

Menurut kamus Oxford, globalisasi adalah sebuah situasi di mana budaya dan system ekonomi yang  erbeda di seluruh dunia dapat saling terhubung dan menjadi serupa satu sama lain karena pengaruh meluasnya perusahaan multinasional dan perkembangan komunikasi yang lebih baik.

Ciri-ciri:

o   Interkoneksi yang semakin erat antara negara-negara.

o   Pertukaran barang, jasa, dan informasi yang mudah dan cepat.

o   Penyebaran budaya dan nilai-nilai secara global.

o   Pengaruh teknologi informasi dan komunikasi yang sangat besar.

Contoh:

o   Ekonomi: Perdagangan bebas, Bebasnya keluar masuk barang/jasa dari satu Negara ke Negara lain,

o   Internet dan media social

o   Budaya popular  global , Misal, merebaknya restoran cepat saji dan kedai kopi Amerika

o   serta mewabahnya drama film Korea di Indonesia

o   Pariwisata internasional

o   Politik dan hokum, seperti Organisasi Perdagangan Dunia, Bank Dunia, Mahkamah Internasional, dan lain sebagainya memiliki peran yang kuat untuk menentukan arah kebijakan negara-negara di dunia

Perbedaan modernisasi dengan globalisasi

Hubungan Antara Keduanya

Globalisasi dapat dianggap sebagai tahap lanjutan dari modernisasi. Modernisasi di dalam suatu negara dapat mendorong terjadinya globalisasi, begitu pula sebaliknya. Globalisasi mempercepat proses modernisasi di berbagai negara.

Contoh Konkrit

  • Indonesia: Modernisasi di Indonesia ditandai dengan pembangunan infrastruktur, industrialisasi, dan urbanisasi. Globalisasi memengaruhi Indonesia melalui masuknya produk asing, arus informasi global, dan pengaruh budaya pop internasional.

Kesimpulan

  • Globalisasi lebih menekankan pada interkoneksi antar negara dan pengaruhnya terhadap berbagai aspek kehidupan.
  • Modernisasi lebih fokus pada perubahan internal suatu masyarakat menuju masyarakat yang lebih maju.

Penting untuk dipahami:

  • Kedua proses ini saling berkaitan dan saling mempengaruhi.
  • Dampak dari globalisasi dan modernisasi bisa positif maupun negatif, tergantung pada konteks dan cara pengelolaannya.

Konsumerisme: Gaya Hidup yang Mengutamakan Konsumsi

Konsumerisme adalah sebuah fenomena sosial yang ditandai dengan kecenderungan masyarakat untuk terus-menerus mengonsumsi barang dan jasa. Gaya hidup konsumtif ini didorong oleh berbagai faktor, seperti iklan, budaya populer, dan keinginan untuk menunjukkan status sosial.

Ciri-ciri Konsumerisme

  • Orientasi pada barang: Konsumen lebih mementingkan kepemilikan barang daripada nilai-nilai lain seperti hubungan sosial, pengalaman, atau kepuasan batin.
  • Siklus pembelian yang cepat: Barang-barang yang baru dan menarik terus diperkenalkan, mendorong konsumen untuk membeli barang baru secara berkala.
  • Gaya hidup hedonis: Konsumen mencari kesenangan dan kepuasan instan melalui konsumsi.
  • Status sosial: Kepemilikan barang tertentu dianggap sebagai simbol status sosial dan keberhasilan.
  • Ikatan emosional dengan barang: Konsumen sering kali membentuk ikatan emosional yang kuat dengan barang-barang yang mereka miliki.

Dampak Konsumerisme

  • Dampak Ekonomi:
    • Pertumbuhan ekonomi yang tidak berkelanjutan.
    • Penumpukan utang konsumen.
    • Ketergantungan pada produksi massal.
  • Dampak Sosial:
    • Perbandingan sosial yang tidak sehat.
    • Meningkatnya materialisme.
    • Melemahnya nilai-nilai tradisional.
  • Dampak Lingkungan:
    • Peningkatan produksi limbah.
    • Deplesi sumber daya alam.
    • Perubahan iklim.

Faktor yang Mendorong Konsumerisme

  • Iklan: Iklan yang persuasif dan kreatif berhasil memanipulasi kebutuhan konsumen.
  • Budaya populer: Film, musik, dan media sosial seringkali menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai sesuatu yang ideal.
  • Tekanan sosial: Keinginan untuk diterima dan diakui oleh kelompok sosial dapat mendorong seseorang untuk berbelanja.
  • Kemudahan akses: Ketersediaan barang dan jasa yang mudah melalui e-commerce semakin mempermudah kegiatan konsumsi.

Mengatasi Dampak Negatif Konsumerisme

  • Pendidikan konsumen: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif konsumerisme.
  • Regulasi pemerintah: Membatasi produksi barang yang tidak ramah lingkungan dan mempromosikan konsumsi yang berkelanjutan.
  • Perubahan gaya hidup: Memilih gaya hidup yang lebih sederhana dan berfokus pada pengalaman daripada kepemilikan.
  • Dukungan komunitas: Membangun komunitas yang mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Kearifan Lokal

‘Kearifan lokal’ atau local wisdom merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaannya memiliki arti penting bagi keberlanjutan hidup sebuah masyarakat karena berisi nilai-nilai kebijaksanaan terkait kehidupan.

menurut J.J. Hoenigman, kita dapat melihat wujud dari sebuah kebudayaan melalui tiga hal, yakni gagasan, aktivitas, dan artefak.

Wujud dari gagasan adalah kumpulan ide, pemikiran, nilai, norma, peraturan, dan lain sebagainya yang bersifat abstrak, tidak terlihat, dan tidak dapat diraba. Sementara wujud aktivitas adalah upacara, ritual,

sikap, kebiasaan sehari-hari, dan lain sebagainya yang dapat dilihat. Diisi lain, wujud artefak adalah karya seni, pakaian, perkakas sehari-hari, bangunan dan lain sebagainya yang bersifat konkret serta dapat dilihatdan diraba.

Kearifan lokal, sesuai dengan arti katanya, adalah nilai-nilai kebijaksanaan atau ajaran kebaikan yang diwariskan secara turun temurun di suatu masyarakat tertentu. Kearifan lokal lahir dari pengalaman panjang sebuah masyarakat dalam memaknai kehidupannya.

Contoh kearifan local di Indonesia

1.  Adat Sasi, Tradisi Adat Penjaga Kelestarian Alam dari Timur Indonesia

Konservasi alam ternyata telah ada dalam nadi budaya masyarakat di timur Indonesia. Bagi masyarakat Kaimana di Papua Barat, tradisi tersebut berupa Sasi Nggama, upacara adat untuk melindungi suatu

wilayah dari eksploitasi berlebihan. Budaya Sasi, yang juga dikenal di hampir seluruh wilayah perairan timur Indonesia, mengajarkan mengenai waktu pembukaan dan penutupan suatu wilayah agar kelestariannya terjaga.

2.  Bagi masyarakat suku Bugis, pindah rumah memiliki artian yang sebenarnya dengan memindahkan bangunan rumah ke tempat lain. Tradisi memindahkan rumah ini disebut ‘Mappalette Bola’.

3.  Ajaran Pitutur Tilu di masyarakat Sunda yang mendiami daerah Jawa Barat. “Pitutur Tilu” berarti “Tiga Nasihat”. Tiga nasihat tersebut terdiri dari Tata Wayah (Tata Waktu), Tata Lampah (Tata Perilaku), dan Tata Wilayah (Tata Ruang).

Contoh kearifan lokal Payakumbuh

Rumah gadang memiliki bentuk yng unik yang mencerminkan nilai-nilai budaya Minangkabau seperti keseimbangan, kesederhanaan dan keharmonisan dengan alam

Sebagai budaya yang berwujud gagasan, masyarakat Nusantara melestarikan kearifan lokal dalam bentuk pepatah, cerita rakyat, syair, peribahasa, dan lain sebagainya.

Program