MATERI AJAR IPS KELAS VII
Oleh: PUTRI RAHMAYANTI, S.Pd,Gr
KEGIATAN EKONOMI
Manusia setiap hari melakukan kegiatan dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan. Kegiatan yang dilakukan manusia tergantung dari tujuan masing-masing individu. Kegiatan tersebut
akan terus dilakukan oleh karena kebutuhan manusia semakin bertambah dengan
dihadapkan pada alatpemuaskebutuhanyangterbatas. Kegiatan manusia dalam
memenuhi kebutuhan disebut kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi dalam sehari-hari
terdiri atas produksi, distribusi, dan konsumsi.
![]() |
![]() |
||||||||
![]() |
|||||||||
Kegiatan produksi Kegiatan distribusi Kegiatan konsumsi
Padi beras nasi
1.
Kegiatan Ekonomi
Produksi
Produksi adalah kegiatan menghasilkan
atau meningkatkan nilai guna barang dan/atau jasa.
Tujuan dari kegiatan produksi adalah
untuk menciptakan barang dan/jasa yang berguna bagi pemenuhan kebutuhan manusia
dan untuk memperoleh keutungan sebesar-besarnya.
Berdasarkan pengertian
produksi tersebut dapat
disimpulkan bahwa nilai guna
suatu barang akan bertambah bila barang tersebut diolah lagi dan menghasilkan
barang lain.Setiap barang memiliki nilai guna (utilitas) yang berbeda. Nilai guna barang/jasa dapat dikelompokkan
sebagai berikut.
a. Nilai
guna bentuk (formutility) yaitu suatu
barang akan memiliki nilai guna apabila telah mengalami perubahan bentuk.
Contoh perubahan tersebut antara lain, kacang kedelai,akan memiliki nilai guna
lebih tinggi apabila dirubah atau diolah menjadi tahu atau tempe. Perubahan
nilai guna tersebut akan mempengaruhi harga
dan manfaat barang tersebut. Harga
dan manfaat dari tahu atau tempe lebih tinggi dibandingkan dengan kacang
kedelai.
b. Nilai
guna tempat (placeutility), nilai guna
suatu barang akan lebih tinggi karena perbedaan tempat. Misalnya, pasir akan
bertambah nilai gunanya kalau dibawa ke toko bangunan.
c. Nilai
guna waktu (timeutility), nilai guna suatu
barang akan bertambah kalau barang tersebut digunakan pada saat yang tepat.
Misalnya, jaket digunakan pada saat kita kedinginan, payung kita gunakan pada
saat hujan atau panas. Nilai guna barang tersebut akan bertambah kalau kita
menggunakan pada saat kita membutuhkan. Seperti contoh berikut ini.
![]() |
Nilai guna kepemilikan (ownership utility), nilai guna barang akan bertambah apabila barang tersebut telah berpindah kepemilikannya. Misalnya, sepatu di toko belum memiliki nilai guna dan akan memiliki nilai guna kalau sepatu tersebut dibeli oleh seseorang dan kemudian dipakainya.Nilai guna barang bukan hanya ditentukan oleh kepemilikan saja, akan tetapi dapat juga dilihat dari siapa yang memiliki. Seorang pemilik restoran akan lebih baik apabila memiliki juru masak yang terkenal.
e. Nilai
guna pelayanan, yaitu nilai guna suatu barang yang lebih tinggi apabila
menggunakan pelayanan jasa tertentu. Contohnya, telepon seluler akan memiliki
nilai guna pelayanan yang tinggi apabila menggunakan jasa layanan penyedia
jaringan komunikasi.
Kegiatan produksi memerlukan sumber daya ekonomi atau disebut faktor produksi. Faktor produksi yang diperlukan dalam proses produksi terdiri dari faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal, dan kewirausahaan.
a.
Faktor
Produksi Alam.
Faktor produksi alam adalah faktor produksi yang disediakan oleh
alam sebagai bahan mentah atau bahan baku produksi. Faktor produksi alam
terdiri atas tanah, hasil hutan, barang tambang, air, iklim, dan tenaga alam.
![]() |
![]() |
Hutan Lahan
b.
FaktorProduksiTenaga
Kerja
Tenaga kerja adalah
sumber daya manusia yang dapat digunakan kemampuannya untuk proses produksi.Tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu sebagai berikut
a)
Tenaga kerja terdidik (skilled labour) adalah tenaga kerja yang
menempuh pendidikan formal.Contoh tenaga kerja ini antara lain, dokter, guru, dan konsultan.
![]() |
![]() |
||
Manager Tenaga keuangan
b)
Tenaga kerja terlatih (trained labour) adalah tenaga kerja yang
memiliki ketrampilan yang terlatih,seperti montir, sopir, dan penjahit.
![]() |
![]() |
||
Sopir Montir
c)
Tenaga kerja kerja tidak
terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak punya ketrampilan,
seperti tukang sapu, tukang sampah, dan kuli bangunan
![]() |
|||
![]() |
|||
Tukang sapu Kuli bangunan
c.
FaktorProduksi Modal
Modal adalah segala hasil
produksi yang dibuat manusia dengan tujuan untuk
menghasilkanbarang-barangataujasa-jasalain.Modal tidakhanya berupa uang tetapi
bisa juga berupa barang, contoh modal; gedung, mesin, bahan mentah atau bahan
baku yang digunakan dalam proses produksi
![]() |
d. Faktor kewirausahaan
Kewirausahaan
adalah kemampuan seseorang dalam mengkobinasikan faktor-faktor produksi( alam,
tenaga kerja, dan modal) dalam rangka menciptakan atau menambah nilai guna
barang dan/atau jasa. Sesorang yang memiliki kemampuan ini disebut wirausaha
2.
Kegiatan Distribusi
Barang/jasa yang dihasilkan produsen
tidak akan berguna jika tidak sampai ke tangan konsumen. Agar hasil produksi
dapat segera digunakan masyarakat, diperlukan kegiatan distribusi. Kegiatan
distribusi adalah kegiatan untuk menghasilkan barang atau jasa. Tujuan dari
kegiatan distribusi adalah mempercepat proses produksi, mendorong pemerataan
penyaluran hasil produksi, mempertahankan kelangsungan kegiatan distribusi,
serta meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produksi.
Untuk mencapai tujuan
distribusi ada beberapa cara yang dilakukan agar barang sampai kepada konsumen.
Cara tersebut antara lain sebagai berikut :
a)
Distribusi langsung adalah distribusi barang/jasa tanpa melalui
perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen.Contoh: pedagang
sate langsung menjual barang kepada konsumen.
b)
Distribusi semi langsung adalah sistem distribusi dari produsen
kepada konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen.
Contoh: pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui penyalur khusus.
c)
Distribusi tidak langsung
adalah sistem distribusi
dari produsen kepada konsumen
melalui agen, grosir, pedagang kecil
yang bertindak sebagai pedagang perantara
3.
Kegiatan
Konsumsi
Kegiatan konsumsi umumnya dilakukan oleh
rumah tangga keluarga (konsumen), perusahaan, dan negara. Melalui kegiatan
konsumsi, pihak terkait akan memperoleh kepuasaan optimal. Kegiatan konsumsi
adalah kegiatan untuk menggunakan, mengurangi, atau menghabiskan nilai guna
barang/jasa. Dengan melakukan kegiatan konsumsi tentu dapat memenuhi kebutuhan
untuk kelangsungan hidup sehari-hari.
Di dalam ilmu ekonomi
pelaku konsumsi dapat dikelompokkan antara lain: rumah tangga keluarga, rumah tangga perusahaan dan rumah
tangga negara.
a.
Kegiatan
Ekonomi RumahTangga Keluarga
Keluarga merupakan kelompok
yang sering melakukan kegiatan konsumsi.Setiap anggota keluarga mempunyai kebutuhan yang berbeda baik
dilihat dari jumlah maupun ragamnya. Contoh kebutuhan anggota keluarga bisa berupa makanan dan pakaian,
sedangkan kebutuhan keluarga adalah
rumah, listrik ataupun telepon.
Tingkat konsumsi suatu
keluarga dapat berbeda dengan keluarga lainnya. Perbedaan ini dipengaruhi
faktor; pendapatan, jumlah anggota kelurga,
gaya hidup, latar belakang pendidikan, atau lingkungan tempat tinggal. Setiap
rumah tangga berupaya sedemikian rupa dalam upaya untuk memenuhi
kebutuhan.Setiap rumah tangga sebaiknya selalu menyelaraskan antaratingkat
pendapatan dengan tingkat pengeluaran. Rumah tangga keluarga sebaiknya membuat perencanaan pengeluaran
dengan menyusun anggaran pendapatan dan belanja keluarga agar tidak terjadi kekurangan pembiayaan.
b.
Kegiatan
Ekonomi RumahTangga Perusahaan
Perusahaan
merupakan tempat berlangsungnya proses produksi.Pada saat memproduksi barang,
perusahaan ini memerlukan bahan baku, tenaga kerja, dan modal. Pada saat
perusahaan ingin menghasilkan barang atau jasa maka perusahaan menentukan bahan
baku, mesin, dan jasa tenaga kerja. Perusahaan dalam hal ini bukan hanya
melakukan kegiatan produksi akan tetapi juga menggunakan bahan baku, tenaga
kerja dan modal dalam proses produksi.
c.
Kegiatan
Ekonomi Negara
Pada
dasarnya sama dengan perusahaan, negara bertindak sebagai produsen sekaligus
sebagai konsumen.Tujuan konsumsi
negara berbeda dengan rumah tangga keluarga
dan perusahaan. Konsumsi negara bertujuan untuk memenuhi atau melayani
kebutuhan masyarakat. Biaya yang digunakan untuk konsumsi negara berasal dari
masyarakat. Negara setiap akhir tahun membuat rancangan anggaran dan belanja
negara yang nantinya harus disetujui oleh DPR. Hal ini dilakukan agar
pengeluaran pemerintah dapat sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat.













