Di sebuah desa kecil di Gorontalo, hiduplah dua sahabat yang sangat akrab: Gabu, seekor kerbau muda yang kuat dan setia, serta Bia, seekor burung kecil yang cerdik dan pemberani. Mereka selalu bersama, bermain di ladang hijau, dan menikmati indahnya alam di sekitar desa.
Suatu hari, Bia mendengar cerita dari burung-burung lain tentang sebuah danau indah yang tersembunyi di dalam hutan. "Katanya airnya jernih seperti kaca, dan ada banyak buah lezat di sekitarnya!" ujar Bia dengan penuh semangat.
Gabu, yang selalu ingin tahu, segera setuju. "Ayo kita cari danau itu!" katanya.
Di awal perjalanan, semuanya terasa menyenangkan. Mereka melihat bunga-bunga liar bermekaran, mendengar suara burung bernyanyi, dan bahkan menemukan pohon yang dipenuhi buah manis. Namun, semakin jauh mereka melangkah, hutan itu menjadi semakin lebat, gelap, dan asing.
Saat matahari mulai tenggelam, Gabu dan Bia menyadari mereka tersesat.
"Aku tidak tahu jalan pulang, Gabu," kata Bia dengan suara gemetar.
Gabu mencoba tetap tenang. "Jangan khawatir, Bia. Aku akan melindungimu. Kita akan menemukan jalan keluar bersama."
Mereka memutuskan untuk bermalam di bawah pohon besar yang rindang. Bia bertengger di punggung Gabu, sedangkan Gabu berjaga-jaga agar mereka tetap aman.
Ketika malam semakin larut, suara-suara aneh mulai terdengar dari balik semak-semak. Daun-daun bergesek, ranting-ranting patah, dan mata tajam mulai berkilat di dalam gelap.
Tiba-tiba, seekor serigala besar muncul! Matanya menyala seperti api, dan ia menatap Gabu dan Bia dengan penuh lapar.
Bia sangat ketakutan, tetapi Gabu tetap berdiri tegak. "Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh sahabatku!" serunya.
Dengan keberanian luar biasa, Gabu menghentakkan kukunya ke tanah dengan keras. "DUUUM!" Suara dentuman menggema di seluruh hutan. Serigala itu mundur sejenak, ragu-ragu menghadapi lawan yang lebih besar dan kuat.
Melihat kesempatan, Bia terbang ke arah wajah serigala dan mengepakkan sayapnya dengan cepat. Serigala terkejut dan kehilangan keseimbangan! Dengan sekali dorongan, Gabu menyeruduk serigala itu hingga terjatuh ke semak-semak. Serigala yang ketakutan segera berlari dan menghilang ke dalam gelapnya hutan.
Saat fajar menyingsing, Bia melihat puncak bukit di kejauhan. "Gabu! Aku ingat! Itu jalan menuju desa!" katanya dengan penuh harapan.
Mereka segera berjalan mengikuti arah matahari terbit. Setelah melewati semak-semak dan pepohonan tinggi, akhirnya mereka melihat ladang hijau desa mereka di kejauhan. Mereka berhasil pulang dengan selamat!
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/18BmKtDRi5/