Nih kerajaan kenapa nama yang satu ala mesir yang satu kejawen?
Don’t worry!
Hingga suatu hari terjadi revolusi kepada putri karena tingkahnya yang aneh, bedebah dan hina.
Sebelumnya si putri ini gemar sekali memelihara kucing. Semua accesoris dan apapun yang ada di kamarnya berupa sketsa kucing.
Suatu hari ia berkelana ke negeri sebrang. Si putri hendak bermain namun apadaya hujan melanda. Namun si putri bersikeras melawan hujan badai gelora angkasa yang sedang marah. Alhasil si putri kepleset lahan licin dan kemudian jatuh tengkurap dengan muka tepat jatuh pada tai kebo. Oh malang nian nasibmu putri.
Kemudian seseorang melihat putri. Bukan hendak menolong, namun mengabadikannya dengan camera DSLR super canggih yang sangat jelas. Dengan pedenya putri berpose ala model modal madul.
Sret hap hak hak hoottt! suara camera.
Kemudian pemuda itu merasa jijik melihat gaya putri Cleo dan belepotan tai dimukanya yang hampir luntur tersapu hujan. Kemudian pemuda lari serupa orang kesurupan. Pemuda itu berlari menuju istana Putri Cleo.
“Paduka, padukaaaa, ada seorang pemuda hendak menemuimu!”kata penjaga.
“Siapa gerangan nak? Apa dia seorang saudagar kaya?”
“Bukan paduka, ucapnya beliau dari negeri sebrang yang mengenali putri."
"Beri masuk padanya!”. titah raja kemudian.
Pemuda itu dipersilahkan masuk dan duduk dihadapan raja.
“Oh, wahai Rajaku. Aku ini bukan binatang jalang dari kumpulan manusia terbuang. Aku salah apaaa? Apa salahku hingga aku merasa begitu hina melihat putrimu.”
“Apa maksudmu anak muda? Putri memang hina. Jangan lagi kau menghina. Cukup!! Jangan buat dia menjadi hina kuadrat!!”
“Oh, maafkan hamba Raja. Tapi Raja akan merasa ingin bunuh diri jika Raja melihat ini. Jangan paksa aku Raja. Jangan paksa aku untuk memperlihatkannya padamu!”
“Oh anak muda, acting sinetronmu sangat memukau. Tapi bisakah kau sudahi perih ini?”
“Perih ini? Raja habis jatuh? Atau Raja sedang galau?”
“Hei anak muda macam mana kau ini, apa hendak mempermainkan aku dengan tuduhan tak jelasmu tentang putriku?” raja mulai marah.
“Maaf Raja, aku hanyalah makhluk Tuhan yang lemah. Aku bukan makhluk yang sempurna. Lihatlah ini Raja!” sambil menyodorkan camera pada Raja.
“Apaaaaaah?” (backsound- jeng jeng.)
“Tidak mungkin!!!! Ini tidak mungkin. Ini hanya fiktif belaka. Ini hanya editan photoshop semata. Ini cuma tipudaya camera.” Raja tersentak sedemikian hebatnya melihat foto putrinya yang kian hari kian hina saja.
“Apa kubilang. Raja kaget kan?” pemuda itu meringis dengan muka menghina sambil mengupil.
“Ah, siapa pula yang kaget. Ya seperti inilah tingkah anakku. Aku sudah bosan melihat tingkahnya yang kian hari kian meresahkan warga saja.”
“Apaaaaaaaaaahhhhhhhh?????? Jadi selama ini??”
************
Putri pulang dengan keadaan basah kuyup tak beraturan. Untung saja muka penuh hajat kebo tadi sudah hilang entah ke mana. Akhirnya putri tidak jadi bermain karena kecelakaan tadi siang yang menimpanya. Kemudian putri Cleo masuk kamar dan ganti baju.
Tok tok tooookkk…
“Cleo anakku, apa kau sudah pulang? Ayah ingin berbincang denganmu”
“Yess, Daddy! Tunggu bentar yak.”
5 jam kemudian ….
“Iya Ayah, ada apa ya?”
“Ini teman Ayah, dia seorang kimiawan. Namanya Paulo. Rumah kontrakannya di jalan Kondang Merak selatan. Hobinya penelitian. Istrinya hanya 3 dan anaknya baru 10.”
“Terus? Masalah buat gue?” ucap Putri Cleo dengar bibir mencongnya.
“Nak, dengarkan Ayah dan Ibu. Kami sudah tidak tahan dengan kelakuanmu yang semakin busuk saja. Kami ingin mbah Paulo ini menyadarkanmu.”
“Iya nak, tolong. Kita ini dari kerajaan yang cukup terpandang” kata ibunda.
“Terus maksud kalian apa? Mau buang gue ketengah hutan, terus ketemu gajah keinjek terus jadi bangkai terus dimakan macan dan kalian disini selamatan sambil koprol-koprol dan bilang WOW anak gue yang hina udah mati bung. GITU?”
Setelah emosi putri agak melonjak suasana hening. Kemudian putri meminum ramuan kimia dari mbah Paulo yang terdiri dari asam sulfur, amonia, H2So4, gas helium dan beberapa campuran cairan Rinso dan Wings.
Gleeek…gelek…gelegeeekkk…
MATI !!
“Oh anakku maafkan Ayah dan Ibunda. Kami bukan hendak membunuhmu” suasana tiba-tiba menjadi haru biru.
“Dasar kalian ini, meong!!” putri seperti mengigau.
Mata Ayah dan Bunda saling menusuk-nusuk tajam dan saling menoleh ke arah mbah Paulo.
“Hehehe.” Mbah Paulo meringis “Dia tidak mati, dia hanya kuubah menjadi sesuatu. Bila malam tiba dia akan menjadi kucing dan dia tidak akan dirumah sebagaimana mestinya kucing Persia. Dia akan menjadi kucing kampung 4 macam warna tak beraturan”.
“Lantas sampai kapan dia menyembunyikan wujud aslinya? Menutupi diri bahwa ia adalah manusia setengah siluman. ” Tanya ibunda dengan cemas.
“Sampai ada seorang pemuda yang bisa membuatnya jatuh cinta dan dibuatnya jatuh cinta” tutur mbah Paulo.
**********
Putri Cleo terbangun dengan tubuh yang aneh. Ia merasa lebih ringan, lebih lincah, dan… berbulu!
"MEONG?" Cleo kaget sendiri.
Ia mencoba berdiri, tapi malah jatuh ke dalam bak air. "NYAAA!!!" Ia berontak sekuat tenaga. Ternyata, benar kata Mbah Paulo, ia telah berubah menjadi seekor kucing kampung belang empat warna: hitam, putih, coklat, dan ada sedikit jingga norak di bagian ekornya.
“Astaga, kenapa bukan kucing Persia anggun? Kenapa malah kayak kucing garong yang suka ribut di genteng?!”
Malam itu, Cleo terpaksa mengembara keluar rumah. Insting barunya sebagai kucing membawanya ke gang-gang sempit kerajaan. Di sana, ia bertemu geng kucing liar yang langsung meliriknya dengan tatapan sinis.
"Eh, anak baru?" seekor kucing hitam berkata. "Gue belum pernah liat muka lu di sini. Mana bulunya norak banget lagi."
"Lu siapa?" Cleo bertanya dengan angkuh.
"Gue Bontet, pentolan kucing kampung daerah barat."
Cleo mendengus, malas berurusan dengan preman kampung. Tapi sebelum ia sempat pergi, tiba-tiba…
JRENG JRENG JRENG!
Seorang pemuda muncul dari balik tong sampah. Tapi bukan pemuda biasa—pemuda ini punya telinga kelinci di kepalanya dan ekor mungil yang mencuat dari belakang celananya.
"Apa-apaan ini? Cowok bertelinga kelinci?" Cleo membelalakkan mata kucingnya.
Pemuda itu menatapnya dengan ekspresi getir. "Kau juga kena kutukan, ya?"
Cleo semakin bingung. "Eh, bentar. Jangan-jangan lo juga korban Mbah Paulo?"
Pemuda itu mengangguk dengan wajah penuh penderitaan.
"Namaku Rama. Dulu aku seorang pangeran tampan yang disukai banyak wanita. Tapi aku terlalu sering gonta-ganti pasangan. Mbah Paulo mengutukku menjadi… separuh kelinci."
Cleo menahan tawa. "Seriusan? Kelinci? Gimana kutukan lo?"
"Setiap pagi aku jadi manusia biasa, tapi setiap malam aku jadi manusia setengah kelinci. Aku nggak bisa makan daging, seleraku cuma wortel. Dan yang paling parah… aku punya dorongan buat lompat-lompat tanpa alasan."
Seketika, Rama tiba-tiba melompat tinggi. PLUK! Ia menabrak dinding rumah warga lalu terjatuh dengan posisi tengkurap.
Cleo ngakak. "Ya ampun, lo lebih parah dari gue!"
Rama menatapnya serius. "Dan aku hanya bisa lepas dari kutukan ini kalau ada seorang wanita yang jatuh cinta padaku… dan aku jatuh cinta padanya."
Cleo tercekat. "LOH, KOK SAMA KAYAK GUE?!"
Mereka saling bertatapan. Dua manusia kutukan absurd yang kini terjebak dalam satu misi: menemukan cinta sejati.
Tapi masalahnya… siapa yang mau jatuh cinta sama kucing kampung dan manusia kelinci?
Sumber:https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02fNgZ64Fzn1z97BnEJapCnfZ3p41jDbXYimEhj5YAw4LVh3FYzg4q43PFfa55WFxHl&id=100063596745611&mibextid=Nif5oz