Payakumbuh, 25 April 2025 – Gempa Bumi adalah fenomena alam yang dapat menyebabkan kerusakan besar dan mengancam keselamatan manusia. Oleh karena itu, simulasi bencana gempa sangat penting untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi darurat ini. Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2025 (26 April 2025), SMP Negeri 3 Payakumbuh melaksanakan kegiatan simulasi bencana gempa bumi pada Jumat pagi (25/04). Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa kelas IX, pendidik, hingga tenaga kependidikan.
Simulasi dimulai pukul 09.50 WIB, tepat setelah siswa-siswi kelas IX menyelesaikan Ujian Sekolah. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak Mhd. Muharnis, S.Pd yang bertindak sebagai leader dalam pelaksanaan simulasi.
Sesuai dengan skenario yang telah disiapkan, setelah ujian berakhir, sirine panjang dibunyikan sebagai tanda terjadinya gempa. Para guru dan siswa yang berada di dalam kelas segera melakukan langkah-langkah penyelamatan mandiri dengan berlindung di bawah meja, tetap tenang, tidak berlari, serta tidak meninggalkan ruangan sebelum ada instruksi lebih lanjut.
Beberapa saat kemudian, leader mengumumkan bahwa situasi sudah aman dan menginstruksikan seluruh warga sekolah untuk menuju titik kumpul di lapangan upacara. Siswa-siswi keluar kelas dengan tertib sambil tetap merunduk dan melindungi kepala menggunakan buku atau tas.
Setibanya di lapangan, guru-guru melakukan pengecekan kondisi dan jumlah siswa. Dari hasil pengecekan, dilaporkan ada satu siswa yang belum ditemukan. Tim medis sekolah pun segera bergerak untuk mencari siswa tersebut ke dalam kelas. Setelah ditemukan, siswa tersebut diberikan pertolongan pertama oleh tim medis.
Simulasi diakhiri dengan pengumuman bahwa situasi telah kembali aman, dan seluruh siswa dipulangkan dengan pesan agar selalu berhati-hati di jalan serta tetap waspada terhadap potensi bencana.
Bapak M. Isral, S. Pd, Kepala SMP Negeri 3 Payakumbuh menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan simulasi ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan seluruh warga sekolah dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin ditimbulkan apabila bencana benar-benar terjadi. (Merunduk, Berlindung, Bertahan)
Dengan adanya simulasi ini, pihak sekolah berharap siswa-siswi memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang cukup dalam menghadapi situasi darurat dan ini adalah bagian dari upaya membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah. (Jangan Ngobrol, Jangan Berlari, Jangan Dorong, Jangan Kembali)

.jpeg)
.jpeg)
