Syifa Marsha Ersastra | Bu I Love You!! - Sgabusi Lite
"Mahir Dalam Literasi Bijak Dalam Aksi, Maksimalkan Teknologi untuk Edukasi, Tingkatkan Kualitas Diri, Didik Generasi"

Selasa, 06 Agustus 2024

Syifa Marsha Ersastra | Bu I Love You!!

 


BU I LOVE YOU !!
Karya : Syifa Marsha Ersastra
 
Kukuruyuk ……….

Terdengar suara ayam jantan berkokok, pagi telah tiba, hari ini diawali dengan kokoan ayam jantan yang membangunkan pemiliknya. Pagi ini sedikit mendung sekali ditandai dengan suara rintihan hujan yang jatuh menimpa atap rumah. Seorang ibu disana terbangun. Ia bergegas menuju kamar mandi untuk menunaikan ibadah. Kemudian dengan cepat ia membangunkan putrinya.

“Nak bangun “ ucap ibunya, keduanyan masih tidak bereaksi apa-apa. Akhirnya ibunya pun menjewel telinga kakak adik itu. Hingga akhirnya mereka bangun “ ih ibu apa-apaan sih, ngantuk tau” protesnya. Hingga akhirnya si adik lansung bangun dan berucap “ uahlah kak, jangan banyak protes. Bersyukur kek, udah di bangunin ibu “ ujar sang adik datar. Ibunya hanya menghela nafas melihat tingkah anaknya “ udah, gak usah berantem, cepat sholat habis itu mandi siap- siap kesekolah “ ucap sang ibu .

Sebelumnya perkenalan dulu adalah seorang ibu anak 2. Gheisa adalah anak pertamanya yang sekarang berusia 16 tahun, dan yang kedua ialah Zeli yang masih berusia 12 tahun.

“ Selamat pagi ibu, ayah “ teriak Geisha.” Jangan teriak teriak kak , suara kakak cempreng telinga Zelin jadi sakit “ adu Zelin.” Udah anak ayah jangan berantem dong, sini makan, nantik telat loh “nasihat ayahnya.“ bisa gak, sehari aja gak berantem “ucap sang ibu “gak bisa“ jawab keduanya kompak.

Keduanya sudah tidak heran lagi dengan tingkah kedua putrinya kadang aku kadang entahlah, jika salah satunya tidak ada posisi nyariin, tapi kalo ketemu berantem terus. Sudah jadi hal umum hubungan persaudaraan begitu. Tapi ibunya tidak pernah marah sungguh hebat bukan.

Bersekolah diantara ayahnya.”Dadah ayah I love you“ ucap Geisha” hati-hati ya ayah semangat “ tambahnya.” iya, anak ayah juga ya, semangat belajar “ucap ayah dan mencium kening Geisha. Sedangkan disatu sisi Zelin diantar ibu “ Zelin, belajarnya yang benar ya. Jangan bolos “ ujar ibunya.” Iyah ibuu , tenang aja. kalo gutu Zelin masuk dulu ya “ pamitnya dan lansung masuk sembari melambaikan tangannya.

Malampun tiba, sangat dingin sekali malam ini, terdengar suara kelelawar berterbangan yang keluar dari sarangnya. Disana keluarga itu sedang berbincang bincang diruang keluarga.

“ ibu , yah tau gak sih tadi adek menang lomba disekolah “ucap Zelin, ibu dan ayahnya bertanya histeris kepda Zelin. Sedangkan Geisha dia hanya diam disana, dia tidak tertarik untuk menimbrung atau apapun itu. Dia kembali ke kamarnya.

“gini amat nasib gue ya” ucapnya sendiri.” Ibu kenapa gak peduli sama gue, selalu Zelin Cuma Zelin anaknya, yang diantar  Zelin, yang dijemput Zelin, semua Zelin, ibu ingat gak sih aku juga anak ibu….“ujarnya sambil terisak menangis.

“tapi emang bener yang peduli aku cuman ayah, tapi ayah juga kadang-kadang peduli aku” ibu jahat, aku benci ibu, kenapa aku harus punya ibu yang gak adil, ibu selalu Mengutamakan Zelin, ibu jahat “ ucap Geisha.

Pagi pun tiba, Geisha lansung menuju sekolah tanpa sarapan sekali pun. Hari ini dia badmood banget. Dia sama sekali tidak mendengar guru yang sedang menjelaskan pelajaran. Tiba-tiba hp Geisha jatuh layarnya retak tapi disana masih terpampang foto keluarganya. Feeling Geisha ga enak dia takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Drettt dretttt

Hanphonenya berbunyi, disana tertera nama sang ayah menelfonya. Ia pun dengan cepat mengangkat “ sha sha ibu kamu kecelakaan “panik ayahnya deg deg seketika hawa disana menjadi tidak enak. Jantungnya mulai berdetak tak karuan “ Dimana, dimana yah “ panik Geisha “ di rumah sakit medika, ayah sama adek ada disini “ jawab sang ayah.

 Geisha tanpa memperdulikan teman temannya dia segera pergi. Setibanya di rimah sakit ia langsung mencari ayahnya “ayah ayah ibu kenapa, kok bisa ibu begini “ Geisha sambil menangis, sedangkan disana Zelin sudah menangis sejadi jadinya. Sang ayah pun berusaha menenangkan putrinya, hatinya hancur, tapi hati anak anaknya juga hancur.

Dokterpun keluar “keluarga pasien mana “ Tanya dokter.” Saya suaminya “ ucap ayah, “ pasien sudah sadarkan diri , silahkan dijenguk, tapi jangan membuat  pasien terganggu, beliau baru bangun dari komanya “sahut dokter.

Geisha dan Zelin pun berlari menuju ruangan ibunya. Geisha menangis sejadi-jadinya dia teringat omongannya kemarin, Zelin? Dia berada dipelukan ayahnya, ayahnya berusaha menenangkan “ ibu ibu Geisha minta maaf , buu Geisha gak mau ibu ninggalin Geisha. Geisha sayang ibu , nanti kita ketawa bareng lagi, nantik kita beli makanan kesukaan ibu, buu aku sayang ibu. Geisha gak tau kalau ibu ga ada nasib Geisha gimana buu. Geisha minta maaf bu, Geisha jujur Geisha pernah nyesal punya ibu, bu Geisha ga gitu, Geisha ngomong gitu karena marah bu Geisha mohon ibu jangan tinggalin Geisha sama Zelin, Geisha janji Geisha gak akan iri dengki lagi, asal ibu ga tinggalin Geisha, asal ibu tau Geisha sayang ibu, Geisha bangga punya ibu nanti ketika Geisha sukses kita jalan-jalan sekeluarga bu, nanti kita ke tanah suci bareng tangis Geisha. Ayah dan Zelin disana mereka saling menguatkan bertiga “ nak ibu juga sayang Geisha, ibu juga gak ada niat beda-bedain kamu sama Zelin ibu minta maaf ya “ ucap ibu.

Program