Nabila | Aku Rindu Ibu - Sgabusi Lite
"Mahir Dalam Literasi Bijak Dalam Aksi, Maksimalkan Teknologi untuk Edukasi, Tingkatkan Kualitas Diri, Didik Generasi"

Selasa, 06 Agustus 2024

Nabila | Aku Rindu Ibu

 


AKU RINDU IBU
Karya: Nabila
 
Aku Nara, aku anak perempuan berusia 17 tahun, tahun ini aku pertama kali berpisah jauh dari ibuku, ya ,aku kuliah. Rasanya bulan kemarin aku msaih belanja dan bercerita dengan ibuku, namum setiap hidup mempunyai jalan masing-masing.

 “ Good morning Nara “ ucap temanku di asrama, aku sedang bersiap siap untuk pergi kuliah, tempat kuliahku tidak jauh hanya 10 menit jika berjalan, jika menaiki bus hanya 3-5 menit, aku kuliah di luar negeri di Negara Korea di kampus Yonsei University, aku mengambil jurusan atau fakultas MBA , termasuk ke dalam bisnis.

 Setelah 10 menit berjalan sampai di Yonsei, kampusku aku sampai jam 07.00 pagi aku punya 30 menit waktu untuk membaca/menelfon ibuku, mungkin di Indonesia sekarang pukul 5 pagi, “ibuku mengangkat telfon “ Assalamualaikum “ kataku, lama berbincang, hari menunjukkan pukul 07.20 akhirnya aku mematikan telfon dan melanjutkan kuliah.

 Hari menunjukkan pukul 7 malam, aku sholat dan kembali ke asrama, walaupun begitu terkadang ibuku susah di hubungi karena signal. Malam harinya aku ingin menelfon ibuku, akan tetapi ibuku susah di hubungi, aku mencoba terus menelfon tetap tak bisa di hubungi, jam 09.00 malam ibuku  memberi pesan Whatsssap

 yang isinya.

Ibu: Nak maaf ya tadi signalnya rusak

Me: Gapapa, Ibu apa kabar

Ibu: Alhamdulillah sehat nak

Malam ini aku tidur dengan teman asramaku, sebelum tidur seperti biasa kami bercerita cerita di dalam kamar asramaku, semuanya orang Indonesia jadi kami bisa saling mengobrol dengan Bahasa Indonsia.

“Bil, kapan terakhir kamu cerita sama ibumu” salah satu temanku bertanya ,” mm , bulan kemarin, soalnya bulan kemarin kan aku masih di Indonesia. Setelah semuanya kembali ke tempat tidur masing-masing , malam berganti pagi.

Akhirnya aku sudah 2 bulan di Korea karna rindu ibuku, aku mencoba menelfon ibuku, ibuku tidak aktif, akhirnya aku berfikir bahwa mungkin ibuku sibuk. Pagi berganti malam, akupun kembali mencoba menelfon ibuku. Sama , tak ada jawaban, “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.

Aku cemas takut terjadi apa-apa kepada ibuku, namun aku tidak bisa apa-apa karena saudarakupun jauh dari ibu. Aku mencoba menelfon ayahku namun jawabannya sama, “ nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.

Aku semakin takut namum teman temanku menyemangati ku, berharap besok paginya telfon ku di angkat oleh orangtuaku.

Keesokan harinya aku kembali ke kampus untuk belajar/kuliah, saat belajar, aku tetap mengingat orangtuaku.

Jam 07.00 malam semua mahasiswa pulang, di depan asramaku ada satu mobil, dan ternyata itu adalah mobil orantuaku, yang datang, untuk memberi surprise, dan ternyata hari itu adalah hari ulangtahunku, hampir aku melupakan karena takut orantuaku kenapa-kenapa.

Program