Seorang wanita yang memiliki kisah yang tak usai, yaitu
Ibu.
Ibu adalah seorang wanita yang aku sayang yang ingin aku
buat dia merasakan kebahagiaan, namun itu tidak semudah yang fikirkan.
Disaat ku melihat dia Cuma memakan makanan sisaku dan
dia selalu terlihat bahagia didepanku, padahal dilihatnya ia merasa sedih,
memikirkan bagaimana caranya aku bisa makan walaupun dia tidak memikirkan
bagaimana caranya aku bisa makan walaupun dia tidak memikirkan bagaimana kedepannya,
yang susah payah mencari sesuap nasi demi anak- anaknya dia rela hujan-hujanan,
panas panasan demi aku anaknya.
Ibuku ialah seorang wanita yang memberikan motivasi
bagiku, bahwa jangan pernah sombong/malu dengan keadaan kita, walaupun kita
orang yang susah, tetapi dimata Allah SWT kita orang yang mulia, karna mulia
itu lebih baik dari pada orang kaya.
Dengan motivasi itu dari ibuku bertekat didiriku, bahwa
aku akan membahagiakan ibku dengan cara trus belajar supaya aku bisa orang yang
sukses
Jika aku berikan kesepakatan aku akan membawa ibuku ke
mekah, dan ibuku pernah bilang kepada ku
“ Jika kamu bahagia ibuku pun ikut bahagia” dengar kata – kata itu aku akan
terus terlihat bahagia walaupun, memang tidak lagi bahagia.
Teringat disaatky membuat ibuku menangis karena Cuma
gara- gara tidak mau makan, disat itu aku tidak makan karena aku tidak mau
makan menggunakan lauk itu, disaat itulah ibuku menangis. Mungkin ibuku menangis karena dia tidak bisa
memenuhi makana yang aku sukai, aku juga sadar mengapa aku ngak mau makan waktu
itu, kan aku tidak pernah memberi ibuku makanan kesukaannya tetapi ibuku ngak
marah karena soal itu. Tetapi mengapa
aku tidak mau.
Jika waktu itu bisa diputar kembali aku pasti
memakannya. Tetapi itu sudah terlanjur,
karena waktu tidak bisa diputar kembali.
Ibu terima kasih sudah hadir dihidupku. Aku pengen mengucapkan sebuah kata untukmu ” AKU MENCINTAIMU IBU”
