Karya : Umbu Landu Paranggi
Perempuan Tua itu senantiasa bernama :
Duka derita dan senyum yang abadi
Tertulis dan terbaca jelas kata-kata puisi
Dari ujung rambut sampai telapak kakinya
Perempuan tua itu senantiasa bernama :
Korban, terima kasih, restu dan ampunan
Dengan tulus setia telah melahirkan
Berpuluh lakon, nasip dan sejarah manusia
Perempuan tua itu senantiasa bernama :
Cinta kasih sayang, tiga patah kata purba
Di atas pundaknya setiap anak
Tegak berdiri
Menjangkau bintang-bintang
Dengan hatinya dan
Janjinya.
"Ibunda Tercinta"
Umbu Landu Paranggi, 1965