Alkisah, menurut cerita rakyat Sumatera Barat, pada zaman dahulu kala hiduplah seorang janda beserta kedua anaknya, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan.
Di suatu hari yang cerah, sang ibu hendak membawa kedua anaknya ke sebuah
pesta.
“Hari ini kita akan pergi ke pesta nak! Gantilah pakaian kalian dengan pakaian
indah.”
“Baik Bu!” jawab kedua anaknya. Tentu saja kedua anaknya sangat
gembira.
Mereka segera mengganti pakaian mereka dengan pakaian indah.
Tiba di tempat pesta, kedua anaknya bersuka cita karena mereka melihat
banyak tamu yang datang dan juga menemukan makanan-manakan lezat. Beberapa
meter dari tempat mereka, ada sebuah panggung pertunjukan musik tradisional
yang dipenuhi para penonton. Anak-anak meminta izin kepada ibunya untuk
menyaksikan pertunjukan musik tersebut.
“Ibu, bolehkah kami menonton pertunjukan musik disana?” tanya anaknya.
“Ya bolehlah, asalkan kalian tidak pergi terlalu jauh. Banyak orang penuh sesak, nanti ibu susah mencari kalian.” ibunya membolehkan tetapi berpesan agar anaknya tidak pergi jauh-jauh.
Kedua anaknya segera berlari ke arah panggung pertunjukan musik
diadakan.
Awalnya mereka bergembira menikmati musik di tengah keramaian. Lambat
laun mereka mulai bosan. Akhirnya keduanya pergi berjalan-jalan di sekitar
panggung pertunjukan. Mereka lupa akan pesan ibunya agar tidak pergi
jauh-jauh. Saat berjalan-jalan, mereka melihat sebuah telaga yang berair jernih.
Saat itu matahari sangat panas yang membuat mereka tergoda untuk mandi di
telaga tersebut. Kemudian mereka menanggalkan pakaian mereka dan melompat
ke dalam telaga.
Keduanya merasa sangat senang bermain-main air di tengah cuaca
panas. Mereka benar-benar lupa akan pesan ibunya.Sementara itu, pesta
hampir berakhir. Sang Ibu mendatangi panggung pertunjukan musik untuk
mencari kedua anaknya, tetapi ia tidak menemukan mereka.
Hari hampir malam, sang Ibu terus berjalan sambil bertanya kepada orang-orang
mengenai keberadaan kedua anaknya, tetapi tetap tidak bisa menemukan
mereka. Akhirnya ia putus asa dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Setiba
di rumah, sang ibu terus menangisi anak-anaknya. Hingga akhirnya ia
tertidur karena kelelahan. Di dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu dengan
seorang wanita tua. Wanita tua tersebut mengatakan bahwa kedua anaknya
berada di sebuah kolam berair jernih di dekat lokasi pesta.
“Kedua anakmu ada di dalam sebuah kolam di dekat lokasi pesta. Jika Engkau ingin bertemu mereka, lemparkanlah beras ke dalam kolam maka kedua anakmu akan muncul.” kata si wanita tua di dalam mimpi.
Keesokan harinya, si Ibu terbangun. Teringat mimpinya semalam, ia segera
bergegas pergi ke kolam di dekat lokasi pesta dengan membawa segenggam beras.
Setelah mencari kesana kemari akhirnya ia berhasil menemukan kolam berair
jernih tersebut. Tanpa menunggu lama, segera ia lemparkan beras yang
digenggamnya ke dalam kolam seraya memanggil nama-nama anaknya. Tidak beberapa
lama, dua ekor ikan berukuran besar dan berwarna indah
muncul ke permukaan kolam.
Sang Ibu menangis melihat kemunculan kedua ikan besar tersebut. Ia
bertanya-tanya apakah kedua anaknya telah berubah menjadi dua ekor ikan besar
ini? Setelah memperhatikan dengan seksama, akhirnya yakinlah ia bahwa
kedua ekor ikan besar tersebut adalah anak-anaknya. Namun nasi telah
menjadi bubur.
“Apa yang telah terjadi dengan kalian Nak? Kenapa kalian berubah menjadi
ikan? Ibu sangat sayang dengan kalian Nak? Kenapa tidak mematuhi pesan Ibu agar
jangan pergi jauh-jauh.” Sang Ibu menangis. Mendengar tangisan si Ibu, penduduk
desa pun berdatangan. Setelah mendengar penjelasan si Ibu, penduduk desa
pun menghiburnya. Tapi tetap saja si Ibu merasa sangat sedih karena
kehilangan kedua anaknya. Sekarang desa di mana kolam tersebut berada disebut
Desa Sungai Janiah (atau Desa Sungai Jernih). Sementara kolam jernih
tersebut sering didatangi banyak orang karena dianggap sebagai tempat
suci. Meskipun hanya sebuah legenda, namun legenda Ikan sakti Sungai
Janiah memberi pesan arti pentingnya mematuhi nasihat orang tua.
https://caritasato.blogspot.com/p/cerita-rakyat-sumatra-barat.html
link ini ditutup hari Minggu, 29 September 2024 ukul : 21.00 WIB