Di sebuah desa yang sunyi, berdirilah sebuah rumah kayu tua milik Pak Karyo. Rumah itu terkenal angker di kalangan warga. Setiap malam setelah hujan, warga sering melihat bayangan hitam besar yang mondar-mandir di sekitar rumah. Mereka berbisik-bisik tentang hantu yang menghuni rumah itu.
"Sudah kubilang jangan lewat depan rumah Pak Karyo malam-malam. Nanti ketemu hantu!" ujar Bu Parmi kepada anaknya.
"Iya, Bu. Aku takut," jawab anaknya sambil memeluk erat ibunya.
Sebenarnya, bayangan hitam yang ditakuti warga itu hanyalah bayangan kambing milik Pak Karyo. Karena tidak punya biaya untuk membuat kandang, kambingnya sering keluar masuk rumah. Namun, karena minimnya cahaya di malam hari dan bentuk kambing yang besar, bayangannya terlihat menyeramkan seperti hantu.
"Ini sudah keterlaluan," gumam Pak Karyo sambil mengelus kepala kambingnya. "Kasihan kambingku jadi menakuti warga."
Suatu malam, Pak Karto, tetangga Pak Karyo, melihat langsung bayangan hitam itu. Dengan keberaniannya, ia mendekati rumah Pak Karyo dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Pak Karyo, itu kambing Bapak ya?" tanya Pak Karto terkejut.
"Iya, Pak. Maaf kalau sudah mengganggu," jawab Pak Karyo.
"Tidak apa-apa, Pak. Tapi, sebaiknya Bapak membuatkan kandang untuk kambingnya," saran Pak Karto.
Keesokan harinya, Pak Karto mengajak warga desa untuk membantu Pak Karyo membuat kandang untuk kambingnya. Mereka bekerja sama dengan semangat gotong royong. Dalam waktu singkat, kandang untuk kambing Pak Karyo pun selesai.
"Terima kasih banyak, Pak Karto dan warga semua," ucap Pak Karyo terharu.
Sejak saat itu, tidak ada lagi bayangan hitam yang menakuti warga. Desa pun kembali aman dan tentram. Rumor tentang hantu di rumah Pak Karyo pun perlahan menghilang.
"Alhamdulillah, sekarang desa kita sudah aman," ucap Bu Parmi lega.
"Iya, Bu. Ternyata yang kita takuti selama ini hanya kambingnya Pak Karyo," jawab anaknya sambil tertawa.
Sumber: https://www.facebook.com/share/p/suvRWE9PVUqKCsoz/