Pentingnya Empati dalam Kehidupan
Empati
adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum
yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong
sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa
yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang
lain (wikipedia, 2021)
Tidak semua orang memiliki tingkat empati yang sama, ada yang mudah
untuk berempati dengan orang lain dan ada pula yang kesulitan untuk bisa
menempatkan diri di posisi orang lain. Empati adalah hal yang tidak dimiliki
seseorang dan terkadang membutuhkan latihan untuk bisa dikembangkan atau
ditingkatkanosi dan membentuk nilai-nilai moral.
Empati yang dimiliki seorang perawat merupakan kemampuan dan upaya
perawat untuk memasuki kehidupan seorang pasien, untuk melihat dan merasakan
perasaan pasien serta memahami makna perasaan tersebut bagi kehidupan pasien
sehingga terjalin hubungan yang terapeutik antara perawat denga pasien. Oleh
karena itu memiliki sifat empati sangat dibutuhkan seorang perawat, selain
untuk menjalin hubungan yang baik dengan pasien, empati juga diperlukan untuk
mempermudah menggali permasalahan pasien, yang nantinya berguna untuk dapat
mempercepat proses penyembuhan pasien.
Empati seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan akan
mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Perawat yang memiliki rasa empati
yang baik dalam dirinya akan mampu meningkatkan kemampuannya dalam mengerti
emosional yang sedang dialami pasien serta memberikan respon yang tepat
terhadap emosional tersebut. Namun saat ini banyak terdengar keluhan-keluhan
pasien dan keluarga tentang buruknya pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Keluhan yang sering terdengar mengenai sikap dan tindakan perawat yang
mengecewakan dan tidak berempati misalnya, perawat sering marah-marah, tidak
sabar, kurang perhatian, kurang tanggap, tidak mengerti kebutuhan pasien,
kurang terampil, tidak memberikan rasa nyaman pada pasien, dan sebagainya
(Butarbutar & Fathi, 2018)
Penelitian Damaiyanti, 2008 (dalam Hasim, dkk, 2018) menyatakan
bahwa apabila perawat mampu melakukan hubungan interpersonal dengan pasien
secara baik serta memberikan perhatian yang penuh maka kepuasaan pasien akan
meningkat sehubungan dengan hal tersebut.
Dari hasil penelitian oleh Hasim, dkk 2018 didapatkan hasil ada
hubungan antara persepsi pasien tentang empati perawat dengan kepusaan pasien,
dimana empati perawat yang dinilai perawat mendengar keluhan pasien, memberikan
komentar terhadap apa yang dirasakan pasien, menjelaskan cara mengatasi masalah
pasien, memberikan informasi yang jelas pada pasien, menjelaskan pada pasien
dengan kata kata sendiri, berbicara dengan suara yang lembut, memelihara kontak
mata, melayani dengan penuh kesabaran dan menghargai dan menghormati pasien
akan meningkatkan kepuasaan pasien (Damaiyanti, 2008 dalam Hasim, dkk 2018)
Tidak hanya dalam dunia keperawatan. Memiliki empati juga mmerupakan hal
yang penting dalam kehidupan sehari – hari. Mengapa sikap empati itu penting ?
Beberapa alasannya adalah:
a. Dengan empati maka kita akan lebih mudah
bekerja sama dengan orang lain
b. Empati membuat kita lebih mudah membangun
pertemanan bahkan persahabatan
c. Sikap empati berpengaruh dalam
pengambilan keputusan moral
d. Dengan empati kita akan berani mengambil
sikap ketika orang lain mendapat perlakuan tak adil
Karena empati merupakan sebuah kemampuan, Anda bisa membentuk atau
memperkuatnya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk
menumbuhkan dan memperkuat rasa empati:
1. Perbanyaklah bergaul dengan orang yang memiliki latar belakang
berbeda dengan Anda.
Saat berkomunikasi dengan orang lain, perhatikan bahasa tubuh dan bentuk
komunikasi nonverbal lainnya, misalnya mimik muka.
2. Berusahalah untuk mendengarkan orang lain sebaik mungkin, tanpa
menyela.
Tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Sikap empati tentu
berperan penting ketika berada di posisi ini. Sadari betul bahwa ketika ada
orang bercerita tentang kesulitan yang dihadapinya, tugas pendengar adalah
mendengarkan, bukan untuk memberi jawaban.
Tugas utama Anda adalah mendengarkan ceritanya, bagaimanapun caranya
orang tersebut mengekspresikan emosinya. Mau menyisihkan waktu dan mendengarkan
curahan hati orang lain adalah bentuk empati yang nyata.
3. Sering-seringlah menempatkan diri Anda pada posisi orang lain.
Menumbuhkan dan memperkuat rasa empati memang tidak bisa dilakukan
secara instan. Namun, terus lakukan cara-cara di atas setiap hari. Seiring
berjalannya waktu, rasa empati anda akan terasah dan anda akan segera
merasakan manfaatnya, terutama di kehidupan sosial anda.
Meski mustahil bisa memposisikan diri seperti orang lain secara 100%,
setidaknya cobalah membayangkan jika anda ada di posisi tersebut. Bayangkan
jika Anda yang mengalami hal itu. Pola pikir seperti ini akan membantu
membentuk sikap empati sekaligus rasa solidaritas untuk bersama-sama merasakan
apa yang mereka hadapi.
4. Tertarik dengan sekitar
Contoh sikap empati adalah ketika seseorang dengan tulus mau mengajak
bicara orang asing yang duduk di sebelahnya saat di pesawat atau bus. Bukan
untuk menginterogasi, namun orang yang memiliki sikap empati tinggi menganggap
orang lain lebih menarik ketimbang dirinya sendiri.
Di sinilah sikap empati membuat seseorang mau melihat dengan kacamata
lebih luas terhadap apa yang terjadi di dunia. Topik yang dibicarakan tentu
bukan basa basi tentang cuaca, namun memahami perspektif dari kacamata orang
lain. Tak mudah melakukan hal ini karena perlu keberanian.
Demikian, semoga kita dapat terus menumbuhkan rasa empati di dalam diri kita sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat.
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/26/pentingnya-empati-dalam-kehidupan