Di sebuah desa kecil bernama Kemuning, hiduplah seorang pemuda bernama Handito Setyohadi. Ia dikenal sebagai tukang cerita paling kreatif di kampungnya. Suatu hari, Handito menemukan sebuah batu permata berkilau di pinggir sungai. Batu itu begitu indah, seperti berlian, dan seolah berbisik kepadanya, "Jangan jual aku, nanti kau menyesal!"
Karena penasaran, Handito membawa batu itu ke rumahnya dan menunjukkan kepada sahabat-sahabatnya: Turiman Lambar, Hady Yulianto, dan Chans Bagoes.
"Pasti ini batu bertuah!" kata Salmah Caem, tukang ramal desa yang terkenal suka makan bubur ayam tanpa diaduk.
"Mungkin ini peninggalan leluhur," timpal Mbah Bedu, yang pernah mengaku melihat hantu di kebun pisang padahal cuma bayangan jemuran.
Malamnya, sesuatu yang aneh terjadi. Batu itu mulai bersinar, dan tiba-tiba muncullah Rama Yadi, seorang pria berjubah biru.
"Aku adalah penjaga permata ini. Siapa pun yang memilikinya akan mendapat satu permintaan!" katanya dengan suara menggema.
Tanpa pikir panjang, Bram Michel Bram langsung berseru, "Saya ingin jadi seleb TikTok dengan sejuta followers!"
"Terkabul!" kata Rama Yadi. Seketika, HP Bram berbunyi nonstop karena videonya viral: ia hanya bersin, tapi ternyata mirip suara merpati.
Melihat itu, Fitri Ani berkata, "Aku ingin bisa makan sepuasnya tanpa gemuk!"
Rama Yadi mengangguk, dan sejak saat itu, Fitri bisa makan 20 piring nasi padang tanpa bertambah berat badan.
Lalu giliran Yuz Zam yang meminta, "Aku ingin tahu isi hati orang lain!"
Sekejap, ia mendengar suara dalam pikirannya:
IyAn Dendi: "Aku lupa naruh kunci motor..."
Elma Wati: "Kenapa tadi aku nyebut ‘makasih’ ke tukang parkir padahal gak parkir?"
Arya Kemuning: "Besok aku diet... atau lusa aja?"
Yuz Zam menyesal. Ternyata isi pikiran orang lain terlalu membingungkan!
Lalu tiba giliran Lakone Albert, yang berkata, "Aku ingin jadi orang paling beruntung di dunia!"
Dan benar saja, keesokan harinya ia menemukan uang Rp100 ribu di jalan, mendapat diskon 90% di minimarket, dan menang undian "Beli Satu Gratis Satu", meskipun ia cuma beli permen karet satu biji.
Melihat kehebohan itu, Heru Heru dan Jas Min berpikir keras. Tapi sebelum mereka sempat mengajukan permintaan, tiba-tiba Istawil Radjab Tawil berteriak, "Tunggu! Apa batu ini ada efek sampingnya?"
Semua terdiam.
Rama Yadi tersenyum misterius. "Tentu ada. Setelah lima puluh permintaan, batu ini akan mencari pemilik baru... dan yang terakhir memegangnya akan terjebak di dalamnya!"
Semua orang langsung panik.
Maria Chandra, Yudi, dan Srie Moel buru-buru melempar batu itu satu sama lain seperti bermain hot potato. Habiby Ghalby dan Mamahnya Nurul sampai bersembunyi di balik pohon.
Akhirnya, batu itu jatuh ke tangan Surya Puenyya Poutrie Sharliz, yang langsung berseru, "Aku ingin batu ini menghilang selamanya!"
PLOP! Batu itu lenyap dalam sekejap. Semua orang menarik napas lega.
Sejak saat itu, mereka menyadari bahwa keinginan yang paling berharga bukanlah kekuatan ajaib, tapi kebersamaan dan tawa yang mereka bagi.
Sumber : https://www.facebook.com/share/p/1QsuRMneQT/