Materi 15 Bab VI Ekologi dan Keragamanan Hayati Indonesia - Sgabusi Lite
"Mahir Dalam Literasi Bijak Dalam Aksi, Maksimalkan Teknologi untuk Edukasi, Tingkatkan Kualitas Diri, Didik Generasi"

Senin, 28 April 2025

Materi 15 Bab VI Ekologi dan Keragamanan Hayati Indonesia

Materi 15: Pola Interaksi Antar Komponen Ekosistem

Ekosistem tersusun atas komponen biotik dan abiotik. Apakah ada interaksi antara kedua komponen tersebut? Apakah ada interaksi antara komponen biotik dengan abiotik, biotik dengan biotik, serta abiotik dengan abiotik?


Saling ketergantungan antar organisme dan lingkungan disebut interaksi.

Interaksi  antar komponen ekosistem tidak hanya terjadi antara makhluk hidup saja. Interaksi dapat juga terjadi antara komponen abiotik dengan abiotik lainnya. Pada paparan sebelumnya telah dijelaskan interaksi antara komponen biotik dengan abiotik melalui siklus biogeokimia. Interaksi antara komponen biotik dengan biotik sudah dijelaskan melalui proses rantai makanan dan jaring-jaring makanan.

 

Jenis-jenis interaksi yang umum terjadi adalah kompetisi, predasi, herbivori, netral, simbiosis dan antibiosis

1.  Kompetisi

Dapat diartikan sebagai persaingan di antara makhluk hidup yang berada dalam suatu ekosistem karena adanya persamaan kebutuhan hidup . Kompetisi terjadi karena terdapat lebih dari satu jenis makhluk hidup yang membutuhkan bahan yang sama dari lingkungan habitatnya

Contoh:

Dalam suatu ekosistem padang rumput , antara kelinci, kuda, sapi , kerbau dan benteng terjadi kompetisi untuk mendapatkan rumput sebagai makanannya dan  ayam jago yang saling bertarung merebutkan pasangan betina.

 

                                              

 

2. Predasi

   Mengacu pada hubungan yang menguntungkan terhadap satu pihak, sedangkan pihak lain mengalami kerugian.

   Dengan kata lain adalah hubungan hewan pemakan dengan organisme yang dimakannya.

   Contohnya adalah singa yang memakan kijang zebra, atau rusa.

 

                            

 

3. Herbivori merupakan interaksi yang melibatkan antara herbivora dengan produsen.

  Contoh:   herbivori di lingkungan yaitu belalang yang memakan rumput,   sapi yang memakan rumput

 

4. Netral

  Yaitu hubungan tidak saling menganggu antar organisme dalam habitat yang sama bersifat tidak menguntungkan dan  

   tidak merugikan kedua belah pihak.

  Misalnya, interaksi antara katak dengan ikan mas yang berada dikolam.

 

5. Simbiosis

    adalah cara hidup bersam antara dua jenis makhluk hidup yang berbeda yang bersifat langsung dan erat

 

Berdasarkan sifatnya simbiosis dapat dibedakan atas:

 

a. Simbiosis mutualisme adalah hubungan yang menguntungkan kedua pihak.

 

              Nemo dan Anemon Laut     

 

    Contoh

  • Lebah  dengan tumbuhan berbunga. Kupu-kupu hinggap pada bunga untuk mengambil madu. Ketika hinggap serbuk sari pada bunga akan melekat pada kaki kupu-kupu, dan saat dia hinggap ke bunga lain serbuk sari akan menempel pada bunga yang dihingapinya
  • Kerbau dengan burung jalak. Burung jalak mendapat untung karena mendapat makanan berupa kutu,sedangkan kerbau terhindar dari rasa gatal. 
  • Ikan badut dengan anemone laut. Ikan badut yang hidup disekitar anemone laut akan memakan alga dan berbagai hewan invertebrate   kecil yang dapat membahayakan kelangsungan hidup anemone. Begitu pula ikan badut sangat merasa diuntungkan karena mereka mendapat makanan dari anemone.
  • Bakteri E coli yang hidup pada tubuh manusia. Bakteri ini menguntungkan manusia karena dapat membantu membusukkan sisa makanan. Sedangkan manusia menyediakan tempat dan makanan bagi bakteri tersebut.
  • Lumut kerak (Lichenes). Lumut kerak merupakan dua organisme berbeda jenis yang hidup bersama,yaitu ganggang dan jamur. Jamur mendapat zat makanan hasil fotosintesis ganggang sedangkan ganggang zat hara hasil penguraian  ( pencernaan ekstrasel) oleh jamur.

 

b. Simbiosis komensalisme adalah hubungan yang menguntungkan salah satu pihak tetapi pihak lainnya tidak

    mendapatkan keuntungan atau kerugian.

 

Description: C:\Users\acer\Pictures\New folder\Screenshot_2019-02-12-08-43-44-151_com.android.chrome.png

   Contoh

  • Tanaman anggrek yang menempel pada batang pohon. Tumbuhan inang (tumbuhan yang ditumpangi) tidak merasa dirugikan oleh anggrek, karena   anggrek tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya tersebut.
  • Ikan remora dengan ikan hiu. Ikan remora mendapatkan keuntungan yaitu memperoleh sisa makanan dari ikan hiu yang ditumpanginya dan bergerak kemana-mana (karena ikan remora punya alat penghisap untuk menempel pada ikan hiu) tanpa mengeluarkan energi dan mendapat perlindungan, sedangkan ikan hiu tidak diuntungkan maupun dirugikan.
  • Jamur saprofit yang hidup dibatang pohon mati. Jamur diuntungkan karena mendapatkan makanan dari pohon yang mati, sedangkan pohon tidak diuntungkan maupun dirugikan. 
  • Tumbuhan sirih dengan tumbuhan inangnya. Sirih mendapat keuntungan karena dapat merambat pada tumbuhan lain (inang). Inangnya tidak merasa dirugikan karena sirih tidak menyerap (mengambil makanan).
  • Tumbuhan pakis  dengan tumbuhan inangnyaTanaman Pakis mendapatkan keuntungan berupa rumah tinggal, sedangkan inangnya tidak mendapatkan keuntungan apapun dan tidak dirugikan.

 

c. Simbiosis parasitisme adalah hubungan ketika salah satu organisme yang disebut parasit mendapatkan keuntungan, sedangkan organisme lain yang disebut inang dirugikan

 

 

Description: C:\Users\acer\Pictures\New folder\Screenshot_2019-02-12-08-44-06-334_com.android.chrome.png

 

     Contoh

·       Hubungan benalu dengan pohon yang ditempatinya

Benalu melangsungkan hidupnya dengan menyerap sari makanan yang dibuat oleh pohon (inang) sehingga pohon tersebut akan mati karena sari makananya diambil benalu

·       Cacing perut pada tubuh manusia.

                Cacing tambang termasuk jenis cacing dalam perut yang sangat mengerikan karena selama hidupnya cacing tambang ini mengisap darah dari inangnya yaitu usus kita sehingga penderita akan mengalami anemia akut akibat kekurangan darah. Cacing tambang dapat menular melalui kulit kaki yang terinfeksi larva cacing, terbawa ke usus melalui pembuluh darah, dan akhirnya menetap di usus halus.

·       Nyamuk yang menggigit tubuh manusia

              Jika tubuh kita digigit nyamuk pasti kita merasa rugi, tetapi nyamuk mendapat keuntungan dari menghisap   

              darah kita.

·       Tumbuhan  tali putri dan tumbuhan inangnya

               Tumbuhan  tali putri mendapat  keuntungan  karena dapat  mengambil   makanan   dari inangnya (yang

                ditumpanginya), sedangkan tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati karena makanannya diserap

                oleh tali putri

·       Hubungan Rafflesia arnoldi dengan tumbuhan inang

               Tumbuhan ini tidak mempunyai daun sehingga tidak dapat berfotosistesis. Batang Rafflesia berbentuk benang yang masuk kedalam jaringan tubuh inang. Tumbuhan inangnnya adalah sejenis tumbuhan merambat. Kemudian batang Rafflesia ini akan menyerap makanan dari pembuluh tubuh inang. Makanan itu diigunakan untuk tumbuh dan menghasilkan bunga. Rafflesia merupakan parasit sejati karena semua kebutuhan hidupnya diambil dari inangnya

·       Ulat pemakan daun

              Tumbuhan padi merasa rugi karena ulat memakan daunnya, sedangkan ulat mendapatkan keuntungan

               dari memakan daun.

 

 

6.  Antibiosis

Yaitu hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain yang satu menghambat pertumbuhan makhluk hidup lain.

Contoh:

Hubungan antara jamur penicillium notatum dengan jamur atau bakteri tertentu

Penicillium adalah jenis jamur yang dapat menghasilkan antibiotic. Jamur penicillium mengeluarkan zat antibiotic yang bernama penicillin. Bakteri dan jamur yang hidup bersama penicillium akan terhambat pertumbuhannya, bahkan mati.

 

Karena itu manusia memanfaatkan zat antibiotic untuk mengobati penyakit.

Hubungan antibiosis sering dijadikan sebagai zat antibiotik.

Contoh – contoh zat antibiotik : penisilin, steptomicin, tetrasiklin, kloromisin, kemistisin

 

 Sistem antibiosis juga terdapat pada tumbuhan yang mengeluarkan racun yang disebut alelopati. Tumbuhan yang  

      mengeluarkan racun itu akan berhasil dalam kompetisi,terutama dalam mendapatkan makanan dan cahaya matahari.

Contoh alelopati adalah tumbuhan alang-alang yang dapat mengeluarkan zat alelopati ke dalam tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman budidaya

 

  

 Unduh Materi dan LKPD


Program