Materi 15: Pola Interaksi Antar Komponen Ekosistem
Ekosistem tersusun atas komponen biotik dan abiotik. Apakah ada interaksi antara kedua komponen tersebut? Apakah ada interaksi antara komponen biotik dengan abiotik, biotik dengan biotik, serta abiotik dengan abiotik?
Saling ketergantungan antar organisme dan
lingkungan disebut interaksi.
Interaksi
antar komponen ekosistem tidak
hanya terjadi antara makhluk hidup saja. Interaksi dapat juga terjadi antara
komponen abiotik dengan abiotik lainnya. Pada paparan sebelumnya telah
dijelaskan interaksi antara komponen biotik dengan abiotik melalui siklus
biogeokimia. Interaksi antara komponen biotik dengan biotik sudah dijelaskan
melalui proses rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
Jenis-jenis interaksi yang umum terjadi adalah
kompetisi, predasi, herbivori, netral, simbiosis dan antibiosis
1. Kompetisi
Dapat diartikan
sebagai persaingan di antara makhluk hidup yang berada dalam suatu ekosistem
karena adanya persamaan kebutuhan hidup . Kompetisi terjadi karena terdapat
lebih dari satu jenis makhluk hidup yang membutuhkan bahan yang sama dari
lingkungan habitatnya
Contoh:
Dalam suatu
ekosistem padang rumput , antara kelinci, kuda, sapi , kerbau dan benteng
terjadi kompetisi untuk mendapatkan rumput sebagai makanannya dan ayam jago yang saling bertarung merebutkan pasangan betina.
2. Predasi
Mengacu pada hubungan yang menguntungkan
terhadap satu pihak, sedangkan pihak lain mengalami kerugian.
Dengan kata lain adalah hubungan hewan pemakan dengan organisme
yang dimakannya.
Contohnya adalah singa
yang memakan kijang zebra, atau rusa.
3. Herbivori merupakan interaksi yang melibatkan antara herbivora dengan produsen.
Contoh: herbivori di lingkungan
yaitu belalang yang memakan rumput, sapi yang memakan rumput
4. Netral
Yaitu hubungan tidak saling
menganggu antar organisme dalam habitat yang sama bersifat tidak menguntungkan
dan
tidak merugikan kedua belah
pihak.
Misalnya, interaksi antara katak
dengan ikan mas yang berada dikolam.
5. Simbiosis
adalah cara hidup bersam antara dua jenis
makhluk
hidup yang berbeda yang bersifat langsung dan erat
Berdasarkan sifatnya simbiosis dapat dibedakan atas:
a.
Simbiosis mutualisme adalah hubungan yang menguntungkan kedua pihak.
Contoh
- Lebah dengan tumbuhan berbunga. Kupu-kupu hinggap pada bunga untuk mengambil madu. Ketika hinggap serbuk sari pada bunga akan melekat pada kaki kupu-kupu, dan saat dia hinggap ke bunga lain serbuk sari akan menempel pada bunga yang dihingapinya
- Kerbau dengan burung jalak. Burung jalak mendapat untung karena mendapat makanan berupa kutu,sedangkan kerbau terhindar dari rasa gatal.
- Ikan badut dengan anemone laut. Ikan badut yang hidup disekitar anemone laut akan memakan alga dan berbagai hewan invertebrate kecil yang dapat membahayakan kelangsungan hidup anemone. Begitu pula ikan badut sangat merasa diuntungkan karena mereka mendapat makanan dari anemone.
- Bakteri E coli yang hidup pada tubuh manusia. Bakteri ini menguntungkan manusia karena dapat membantu membusukkan sisa makanan. Sedangkan manusia menyediakan tempat dan makanan bagi bakteri tersebut.
- Lumut kerak (Lichenes). Lumut kerak merupakan dua organisme berbeda jenis yang hidup bersama,yaitu ganggang dan jamur. Jamur mendapat zat makanan hasil fotosintesis ganggang sedangkan ganggang zat hara hasil penguraian ( pencernaan ekstrasel) oleh jamur.
b. Simbiosis
komensalisme adalah hubungan yang menguntungkan salah satu pihak tetapi pihak lainnya
tidak
mendapatkan keuntungan atau kerugian.
Contoh
- Tanaman anggrek yang menempel pada batang pohon. Tumbuhan inang (tumbuhan yang ditumpangi) tidak merasa dirugikan oleh anggrek, karena anggrek tidak mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya tersebut.
- Ikan remora dengan ikan hiu. Ikan remora mendapatkan keuntungan yaitu memperoleh sisa makanan dari ikan hiu yang ditumpanginya dan bergerak kemana-mana (karena ikan remora punya alat penghisap untuk menempel pada ikan hiu) tanpa mengeluarkan energi dan mendapat perlindungan, sedangkan ikan hiu tidak diuntungkan maupun dirugikan.
- Jamur saprofit yang hidup dibatang pohon mati. Jamur diuntungkan karena mendapatkan makanan dari pohon yang mati, sedangkan pohon tidak diuntungkan maupun dirugikan.
- Tumbuhan sirih dengan tumbuhan inangnya. Sirih mendapat keuntungan karena dapat merambat pada tumbuhan lain (inang). Inangnya tidak merasa dirugikan karena sirih tidak menyerap (mengambil makanan).
- Tumbuhan pakis dengan tumbuhan inangnya. Tanaman Pakis mendapatkan keuntungan berupa rumah tinggal, sedangkan inangnya tidak mendapatkan keuntungan apapun dan tidak dirugikan.
c. Simbiosis parasitisme adalah hubungan ketika salah satu
organisme yang disebut parasit mendapatkan keuntungan, sedangkan organisme lain
yang disebut inang dirugikan
Contoh
· Hubungan benalu dengan
pohon yang ditempatinya
Benalu melangsungkan hidupnya
dengan menyerap sari makanan yang dibuat oleh pohon (inang) sehingga pohon
tersebut akan mati karena sari makananya diambil benalu
· Cacing perut pada tubuh manusia.
Cacing tambang termasuk jenis
cacing dalam perut yang sangat mengerikan karena selama hidupnya cacing tambang
ini mengisap darah dari inangnya yaitu usus kita sehingga penderita akan
mengalami anemia akut akibat kekurangan darah. Cacing tambang dapat
menular melalui kulit kaki yang terinfeksi larva
cacing, terbawa ke usus melalui pembuluh darah, dan akhirnya menetap di usus
halus.
· Nyamuk yang menggigit tubuh manusia
Jika
tubuh kita digigit nyamuk pasti kita merasa rugi, tetapi nyamuk mendapat
keuntungan dari menghisap
darah
kita.
· Tumbuhan tali
putri dan tumbuhan inangnya
Tumbuhan tali putri mendapat keuntungan karena dapat mengambil makanan
dari inangnya (yang
ditumpanginya), sedangkan
tumbuhan inangnya lama kelamaan akan mati karena makanannya diserap
oleh tali putri
·
Hubungan Rafflesia
arnoldi dengan tumbuhan inang
Tumbuhan ini tidak mempunyai
daun sehingga tidak dapat berfotosistesis. Batang Rafflesia berbentuk benang yang masuk kedalam jaringan tubuh inang.
Tumbuhan inangnnya adalah sejenis tumbuhan merambat. Kemudian batang Rafflesia ini akan menyerap makanan dari
pembuluh tubuh inang. Makanan itu diigunakan untuk tumbuh dan menghasilkan
bunga. Rafflesia merupakan parasit sejati karena semua kebutuhan hidupnya
diambil dari inangnya
· Ulat pemakan daun
Tumbuhan padi merasa rugi karena
ulat memakan daunnya, sedangkan ulat mendapatkan keuntungan
dari memakan daun.
6. Antibiosis
Yaitu hubungan antara
makhluk hidup dengan makhluk hidup lain yang satu menghambat pertumbuhan
makhluk hidup lain.
Contoh:
Hubungan antara jamur
penicillium notatum dengan jamur atau bakteri tertentu
Penicillium adalah jenis
jamur yang dapat menghasilkan antibiotic. Jamur penicillium mengeluarkan zat
antibiotic yang bernama penicillin. Bakteri dan jamur yang hidup bersama
penicillium akan terhambat pertumbuhannya, bahkan mati.
Karena itu manusia
memanfaatkan zat antibiotic untuk mengobati penyakit.
Hubungan antibiosis sering
dijadikan sebagai zat antibiotik.
Contoh – contoh zat
antibiotik : penisilin, steptomicin, tetrasiklin, kloromisin, kemistisin
Sistem antibiosis juga terdapat pada tumbuhan
yang mengeluarkan racun yang disebut alelopati. Tumbuhan yang
mengeluarkan racun itu akan
berhasil dalam kompetisi,terutama dalam mendapatkan makanan dan cahaya
matahari.
Contoh alelopati adalah tumbuhan alang-alang yang dapat mengeluarkan zat alelopati ke
dalam tanah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman budidaya